12/10/2024

Shalawat Ilmu Syaikhona Kholil Bangkalan: Cara Baca dan Keutamaannya


Lahirnya Nahdlatul Ulama (NU) tidak bisa dipisahkan dari salah satu ulama kharismatik kelahiran Madura, yaitu Syaikhona Kholil Bangkalan. Selain merupakan ulama pencetak ulama, Syaikhona Kholil memiliki peran yang sangat bersejarah di balik berdirinya Nahdlatul Ulama, yang di antaranya memberi isyarat tongkat dan tasbih kepada muridnya, Hadlratussyekh KH Muhammad Hasyim Asy’ari. Isyarat tongkat dan tasbih ini diantarkan ke Tebuireng Jombang oleh santrinya, yaitu As’ad Syamsul Arifin, yang kelak menjadi pendiri Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah, Sukorejo, Situbondo. 

Kiai bernama lengkap KH Muhammad Cholil bin KH Abdul Latif, lahir pada 9 Shafar 1252 H/25 Mei 1835 M, di desa Kramat, Bangkalan, dan wafat pada Kamis 29 Ramadhan, 1343 H/23 April 1925 M. Selain mempunyai santri-santri yang kemudian menjadi ulama besar seperti KH. Abdul Karim Lirboyo, KH Muhammad Hasan Genggong, dan KH Abdul Wahab Chasbullah Tambakberas, beliau juga punya karya-karya ringkas namun mengandung ilmu yang sangat luas. Di antaranya Matnusy Syarîf, kitab kecil 55 halaman yang fokus membahas masalah ibadah dengan mazhab Syafi’iyah. Syaikhona Kholil juga meninggalkan beberapa amalan yang terus diamalkan sampai saat ini, khususnya oleh warga NU. Di antara amalan itu ialah Shalawat Ilmu, sebagaimana berikut:

 اَللهم صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً تَجْعَلُنَا بِهَا مِنْ أَهْلِ الْعِلْمِ ظَاهِرًا وَبَاطِنًا وَتَحْشُرُنَا بِعِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ فِي دُنْيَانَا وَأُخْرَانَا، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ 

Allâhumma shalli ‘ala Sayyidinâ Muhammadin shalâtan taj’alunâ bihâ min ahlil ‘ilmi dhâhiran wa bâthinan wa tahsyurunâ bi’ibâdikas shâlihîna fî dunyânâ wa ukhrânâ wa ‘alâ alihî wa shahbihi wa sallim. 

Artinya, “Ya Allah, limpahkanlah rahmat atas tuan kami Nabi Muhammad saw, rahmat yang dengannya Engkau jadikan kami menjadi bagian dari ahli ilmu lahir dan batin, Engkau kumpulkan kami  dengan hamba-hamba-Mu yang saleh di dunia dan akhirat, dan (limpahkanlah juga) untuk keluarga Nabi saw, para sahabat, dan limpahkanlah salam (atas mereka semua).” 

Keutamaan Shalawat Ilmu 
Dalam kitab Râtib Syaikhona Kholil yang disusun oleh Tim Lajnah Turats ‘Ilmu dijelaskan, Shalawat Ilmu memiliki faedah bisa mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan oleh Allah dimudahkan untuk mendapatkan ilmu. Dalam kitab itu dinyatakan:

 وَأَوْصَى بَعْضُ الْمَشَايِخِ قِرَائَتَهَا قَبْلَ الدَّرْسِ مُنْفَرِدًا أَوْ جَمَاعَةً. قَالُوْا: يُرْجَى نَفْعُهَا لِحُصُوْلِ الْعِلْمِ النَّافِعِ وَالْفُتُوْحِ، وَالْحَشْرِ مَعَ عِبَادِ اللهِ الصَّالحِيْنَ فِي الدُّنْيَا وَالْأَخِرَةِ 

Artinya, “Telah berwasiat sebagian guru untuk membacanya (shalawat ilmu), sebelum pelajaran, baik sendiri maupun secara bersama. Mereka berkata: dengan manfaat (shalawat ilmu), bisa diharapkan mendapat ilmu yang manfaat dan futuh (dibukanya hati), serta akan dikumpulkan bersama dengan hamba-hamba Allah yang saleh, di dunia dan akhirat.” (Lajnah Turats ‘Ilmu, Râtib Syaikhona Kholil, [Dârul Khalil], halaman 15). 

Cara Baca Shalawat Ilmu 
Sebagaimana penjelasan di atas, Shalawat Ilmu Syaikhona Kholil dianjurkan untuk dibaca dalam majelis-majelis ilmu, tepatnya sebelum memulai pelajaran. Namun shalawat ini juga boleh dibaca bahkan boleh dijadikan wirid secara istiqamah. 

Hal itu bisa dibaca dengan tiga cara, sebagaimana yang dijelaskan dalam kitab yang sama, yaitu:

 وَلِمَنْ أَرَادَ أَنْ يَتَّخِذَهَا وِرْدًا فَلَهُ ثَلَاثُ كَيْفِيَّاتٍ، (1) اِمَّا أَنْ يَقْرَأَهَا بَعْدَ الْمَكْتُوْبَةِ مِنْ غَيْرِ عَدَدٍ مُعَيَّنٍ، (2) وَاِمَّا أَنْ يَقْرَأَهَا سَبْعًا بَعْدَ الْمَكْتُوْبَةِ، (3) وَاِمَّا أَنْ يَقْرَأَهَا سَبْعًا لَيْلًا 

Artinya, “Bagi orang yang hendak menjadikan shalawat ilmu sebagai wirid, maka bisa dilakukan dengan tiga cara: (1) bisa membacanya setelah shalat maktubah tanpa hitungan tertentu; (2) bisa membacanya tujuh kali setelah shalat maktubah, dan; (3) bisa membacanya tujuh kali di waktu malam.” (Lajnah, Ratib Syaikhona Kholil, halaman 15). 

Demikian penjelasan singkat tentang shalawat ilmu Syaikhona Muhammad Kholil, Bangkalan. Semoga bermanfaat. Wallâhu a’lam bishshawâb.


Sumber : NU Online
Share:

Mengenal Central Bank Digital Currency dan Bagaimana Legalitasnya Indonesia

Pesatnya perkembangan digitalisasi telah memberikan kontribusi dalam mengubah hampir seluruh lini kehidupan masyarakat. Perubahan tersebut jelas terlihat pada berbagai kegiatan maupun kebiasaan masyarakat termasuk dalam bertransaksi menggunakan sistem pembayaran uang elektronik, seperti mobile banking, Go-Pay, Dana, Ovo, Shopee Pay, dan lainnya. 

Saat ini sejumlah negara tengah mengembangkan sebuah sistem pembayaran yang lebih modern dan efisien dengan meluncurkan mata uang digital atau yang lebih dikenal dengan Central Bank Digital Currency (CBDC). 

Berbeda dari uang elektronik yang masih berbasis pada uang fiat (uang kertas dan uang logam) yang kemudian disetor dan disimpan dalam bentuk elektronik oleh bank komersial (commercial bank) ataupun perusahaan jasa keuangan non-bank, CBDC hadir untuk menggantikan uang fiat dan diterbitkan langsung oleh bank sentral.

Gagasan CBDC sebenarnya pertama kali muncul sebagai akibat terjadinya perkembangan cryptocurrency yang memiliki semangat menciptakan mata uang terdesentralisasi tanpa ada intervensi pemerintah. Untuk mengantisipasi hal tersebut terjadi, beberapa negara kini berupaya beradaptasi dengan cryptocurrency, salah satunya dengan meluncurkan CBDC.

Layaknya cryptocurrency, Central Bank Digital Currency (CBDC) menggunakan teknologi yang disebut “blockchain”. Blockchain merupakan teknologi yang memungkinkan sebuah sistem menyimpan data dengan menggunakan metode kriptografi yang dirancang sedemikian rupa sehingga data tersebut dapat tersimpan di komputer dan dapat dikirim layaknya email.

Teknologi blockchain bekerja dengan menggunakan algoritma matematika khusus dalam membuat dan memverifikasi data, sehingga data yang terverifikasi oleh blockchain tidak dapat dihapus dan hanya bisa ditambahkan. Kumpulan data-data pada blockchain nantinya akan membentuk sebuah rangkaian blok yang saling berhubungan dengan rangkaian blok lainnya layaknya sebuah rantai.

CBDC juga memungkinkan penggunanya untuk bertransaksi langsung dengan bank sentral sebagai instansi pencetak uang, tanpa adanya peran pihak ketiga atau bank komersial (commercial bank). Bertransaksi menggunakan CBDC akan jauh lebih cepat, lebih murah, dan lebih efektif jika dibanding menggunakan uang fiat ataupun uang elektronik, khususnya untuk bertransaksi ke luar negeri karena tidak lagi melibatkan peran bank komersial (commercial bank). 

Menurut pendapat para pakar ekonom dunia, kehadiran CBDC akan mengancam eksistensi dan peran bank komersial (commercial bank) dalam menghimpun dan/atau mengalirkan dana masyarakat, sehingga bukan tidak mungkin di masa depan, peranan bank komersial (commercial bank) akan menjadi lebih minim, ataupun bahkan menjadi hilang


Bagaimana Legalitas CBDC di Indonesia?

Dari sudut pandang regulasi, dukungan pemerintah dalam mengembangkan CBDC mulai terlihat sejak diterbitkannya Undang-undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK). UU P2SK mengubah Pasal 2 ayat (2) Undang-undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang dari yang sebelumnya mata rupiah hanya terdiri dari uang kertas dan uang logam, kini ditambahkan uang digital. 

Pada penjelasan Pasal 10 UU P2SK juga telah mengakui rupiah digital (CBDC) memiliki fungsi yang sama dengan rupiah kertas dan rupiah logam, yaitu sebagai alat pembayaran yang sah di wilayah NKRI, alat tukar (medium of exchange), dan alat penyimpanan nilai (store of value). 

Dalam pengelolaan rupiah digital, layaknya rupiah kertas dan rupiah logam, bank Indonesia adalah satu-satunya lembaga yang diberikan amanat untuk melakukan pengelolaan rupiah digital yang meliputi perencanaan, penerbitan, pengedaran dan penatausahaan.

Lebih lanjut, Pasal 14A ayat (3) UU P2SK menyebutkan bahwa dalam melakukan pengelolaan rupiah digital ada beberapa aspek yang harus diperhatikan oleh Bank Indonesia seperti ketersediaan, kestabilan, inklusi, pengembangan, dan keamanan.

Meskipun pemerintah telah mengakui rupiah digital sebagai alat pembayaran yang sah di Indonesia, pengaturan terkait rupiah digital masih sangat minim dan belum cukup untuk menerapkan CBDC secara keseluruhan, apabila dibandingkan dengan China atau negara lain yang telah lebih dulu menerapkan CBDC sebagai alat pembayaran yang sah. 

Di China mata uang digitalnya bernama Digital Currency Electronic Payment (DCEP), Bahama mata uang digitalnya bernama Sang Dollar, dan Nigeria mata uang digitalnya bernama E-Naira.

Mengingat potensi CBDC yang sangat besar dan sudah hampir pasti terjadi, namun pengaturan terkait CBDC khususnya di Indonesia belum cukup memadai. Oleh karenanya pemerintah Indonesia, khususnya Bank Indonesia harus segera membentuk landasan hukum dan regulasi untuk mengatur penerapan dan peredaran CBDC di masyarakat serta perlindungan hukum bagi pengguna CBDC.


Oleh : Murdiyanto
Dari Berbagai Sumber
Share:

12/01/2024

Susunan Pengurus dan Personalia PWNU Jatim 2024-2029


Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur resmi memiliki komposisi dan personalia kepengurusan baru untuk masa khidmat 2024-2029. Hal tersebut berdasarkan surat keputusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Surat nomor 2350/PB.01/A.II.01.44/99/09/2024 itu ditandatangani oleh Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Katib Aam PBNU KH Akhmad Said Asrori, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, dan Sekretaris Jenderal PBNU Drs H Saifullah Yusuf.

Surat tersebut ditetapkan di Jakarta, 5 Rabi’ul Awwal 1446 H/ 9 September 2024 M. Adapun masa khidmat PWNU Jatim 2024-2029, berdasarkan surat pengesahan itu akan berakhir pada 9 September 2029 M mendatang. 

Dokumen yang berjumlah lima lembar ini ditandatangani secara elektronik oleh Digdaya Persuratan dan distempel oleh Peruri Tera.

Berikut ini komposisi dan personalia PWNU Provinsi Jawa Timur masa khidmat 2024-2029, yang terdiri dari Mustasyar (Dewan Penasihat), Syuriyah, A’wan (Dewan Pakar), dan Tanfidziyah atau pengurus harian.

MUSTASYAR
KH Nurul Huda Jazuli
KH Miftachul Akhyar
KH Anwar Iskandar
KH Ubaidillah Faqih
KH Mudatstsir Badruddin
KH Fuad Nur Hasan
KH Zuhri Zaini
KH Abdul Ghofur
KH Idris Hamid
​​​​​​​RKH Cholil As’ad Syamsul Arifin
KH Abdullah Kafabihi Mahrus​​​​​​​
KH Muhammad Faishol Anwar​​​​​​​
KH Muhammad Nuh
KH Mas Mansur Tholhah AS
KH Chusain Ilyas
KH Masduqi Abdurrahman Al-Hafidz​​​​​​​
KH Cholil Dahlan​​​​​​​
KH M Ridwan Nasir​​​​​​​
KH Irfan Yusuf Hasyim​​​​​​​
KH Abdus Sami’ Hasyim​​​​​​​
Nyai Hj Mundjidah Wahab​​​​​​​
Nyai Hj Mutammimah Hasyim Muzadi​​​​​​​
KH Hammad Al-Alim Dimyathi At-Turmusi
KH Abdul Muqsith Idris
KH Athoillah Sholahuddin Anwar

SYURIYAH
Rais: KH Anwar Manshur
Wakil Rais: KH Abd Matin Djawahir​​​​​​​
Wakil Rais: KH Moh Hasan Mutawakkil Alallah
Wakil Rais: KH Agoes Ali Masyhuri​​​​​​​
Wakil Rais: KH Abdul Adzim Kholili​​​​​​​
Wakil Rais: KH Ali Maschan Moesa​​​​​​​
Wakil Rais: KH Hadi Muhammad Mahfudz​​​​​​​
Wakil Rais: KH Ahmad Azaim Ibrahimy Dhofir​​​​​​​
Wakil Rais: KH A Jazuli Nur
Wakil Rais: KH Husnan Dimyati
Wakil Rais: KH Mustaqim Basyari​​​​​​​
Wakil Rais: KH Romadlon Chotib
Wakil Rais: Habib Achmad Edrus Al-Habsyi
Wakil Rais: KH Ahmad Khoir Zad Maddah

Katib: H Ahsanul Haq
Wakil Katib: KH Mughits Al-Iroqi​​​​​​​
Wakil Katib: KH Mas Cholil Nawawi
Wakil Katib: Abdullah Sodiq​​​​​​​
Wakil Katib: KH Sholeh Hayat
Wakil Katib: KH Mohammad Shofiyullah
Wakil Katib: Misbahul Munir
Wakil Katib: KH Mohammad Yahya Badrus Sholeh
Wakil Katib: KH M Adibussholeh Anwar​​​​​​​
Wakil Katib: KH Iffatul Lathoif Zainuddin
Wakil Katib: KH Ahmad Faris Idrisa
Wakil Katib: KH Ishari Shofwan​​​​​​​
Wakil Katib: H Ilhamullah Sumarkan
Wakil Katib: KH Muadz Harist Dimyathi

A’WAN
KH Muzakky Syah
KH Abdul Muchid Murtadlo​​​​​​​
KH Syafiuddin Abdul Wahid
KH Zidni Ilman Nafi’a
KH Fahruddin Aschal
KH Maimun Syafii​​​​​​​
H Abdul Halim Iskandar
H Emil Elestianto Dardak​​​​​​​
H Muhammad Sarmuji
Hj Lita Machfud Arifin
H Akhmad Sruji Bahtiar​​​​​​​​​​​​​​
KH Fuad Anwar
H M Zainuddin
H Hefni​​​​​​​
H Nurhasan
Widodo​​​​​​​
Abdul Aziz​​​​​​​
KH Ach Fadlail
M Hadi Subhan
H Abdul Kholid
H Mas’ud Said​​​​​​​
KH Abdul Malik
KH Muhammad Ismail Al-Ascholy​​​​​​​
KH Isyroqunnajah​​​​​​​
KH A Panji Taufiq
H A Muhyiddin Khotib
KH Masduqi Thoha​​​​​​​
KH Ahmad Damanhuri
KH Sutrisno
H Nur Hidayat
H Saiful Munir
​​​​​​​H Imam Ma’ruf
H Abdul Wadud Nafis
​​​​​​​H Ma’ruf Syah
​​​​​​​H Abdul Mujib Syadzili​​​​​​​

TANFIDZIYAH
Ketua: KH Kikin A Hakim
Wakil Ketua: KH Muh Balya Firjaun Barlaman​​​​​​​
Wakil Ketua: Akh Muzakki​​​​​​​
Wakil Ketua: KH Abdul Hamid Wahid
Wakil Ketua: H Taufiq Djalil 
Wakil Ketua: H Noor Shodiq Askandar
Wakil Ketua: KH Taufik ​​​​​​​
Wakil Ketua: dr Muhammad S Niam
Wakil Ketua: H Ahmad Hakim Jayli
Wakil Ketua: H Kacung Marijan 
Wakil Ketua: H Maskuri Bakri 
Wakil Ketua: H Suparto Wijoyo
​​​​​​​Wakil Ketua: H Mustain

Sekretaris: H Muhammad Faqih
Wakil Sekretaris: KH M Wafiyul Ahdi 
Wakil Sekretaris: H Babun Suharto 
Wakil Sekretaris: Haikal Atiq Zamzami
Wakil Sekretaris: H Ahmad Fahruddin 
Wakil Sekretaris: H Fatchul Aziz 
Wakil Sekretaris: H M Noor Harisuddin
Wakil Sekretaris: dr R Hardadi Airlangga​​​​​​​
Wakil Sekretaris: H Edy M Ya’qub
Wakil Sekretaris: H M Idham Kholid 
Wakil Sekretaris: H Alfian Futuhul Hadi
Wakil Sekretaris: Muhammad Koderi
Wakil Sekretaris: H Moh Nurul Huda
Wakil Sekretaris: H Muhammad Taufik 

Bendahara: H Yoke Candra Katon
Wakil Bendahara: H Yahya Taufik Alhabsyi
Wakil Bendahara: Fauzi Priambodo
Wakil Bendahara: H Rasidi​​​​​​​
Wakil Bendahara: H Yusuf Adnan​​​​​​​
Wakil Bendahara: KH Romo Ahmad Suroso


Share:

Kepengurusan PWNU Jatim 2024-2029 Resmi Dilantik PBNU


Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) secara resmi melantik Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur masa khidmat 2024-2029. Proses pelantikan dilakukan Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Akhmad Said Asrori di Lapangan Universitas KH Hasyim Asy’ari (Unhasy), Jombang, Sabtu (30/11/2024) malam.

Sebelum proses pelantikan, Sekretaris Jenderal PBNU H Saifullah Yusuf membacakan Surat Keputusan pengesahan kepengurusan PWNU Jawa Tengah Nomor Nomor: 2350/PB.01./A.II.01.44/99/09/2024 yang ditandatangani Rais Aam KH Miftachul Akhyar, Katib Aam KH Akhmad Said Asrori, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, dan Sekjen PBNU H Saifullah Yusuf pada 9 September 2024.

Katib Aam PBNU, KH Akhmad Said Asrori memandu para pengurus PWNU Jawa Timur masa khidmat 2024-2029 membaca syahadat, teks baiat, dan ikrar. 

Berikut ini ikrar yang dibaca kepengurusan PWNU Jatim masa khidmat 2024-2029:

Kami selaku Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur masa khidmat 2024-2029 dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab dengan ini berikrar sebagai berikut.

Pertama, akan mengamalkan dan mempertahankan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 secara murni dan konsekuen, menegakkan akidah Islam Ahlussunnah wal Jamaah, serta patuh pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Nahdlatul Ulama.

Kedua, akan melaksanakan tugas dan kewajiban sebagai Pengurus Nahdlatul Ulama Masa Khidmat 2024 sampai 2029 dengan sebaik-baiknya demi untuk kepentingan Nahdlatul ulama, kepentingan umat Islam, dan kepentingan masyarakat Indonesia pada umumnya.

Ketigaakan menyumbangkan tenaga dan pikiran dalam rangka ikhtiar untuk membangun manusia seutuhnya demi terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhai Allah SWT.

"Laa haula wa laa quwwata illa billahil aliyyil adhim."

Usai pelantikan, pengurus menerima ucapan selamat dari sejumlah tokoh yang hadir, antara lain Mustasyar PBNU KH Ahmad Mustofa Bisri dan KH Abdullah Ubab, Katib Aam KH Akhmad Said Asrori, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, dan Bendahara Umum H Gudfan Arif. Selanjutnya pengurus PBNU menerima buku profil pengurus PWNU Jawa Timur oleh KH Abdul Hakim Mahfudz.

PWNU Jawa Timur masa khidmat 2024-2029 dipimpin oleh KH Anwar Mansyur sebagai Rais Syuriyah dan KH Abdul Hakim Mahfufz sebagai Ketua Tanfidziyah. Keduanya terpilih pada Konferensi Wilayah (Konferwil) XVIII NU Jawa Timur di Universitas KH Hasyim Asy’ari, Sabtu (3/8/2024).

Pelantikan ini diikuti oleh 1480 undangan dari perwakilan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), lembaga, banom se-Jawa Timur dan pengurus PWNU se-Indonesia. Hadir juga Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur KH Moh Hasan Mutawakkil Alallah, Pj Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono, Forkopimda Kabupaten Jombang, serta tamu undangan lainnya.

Share:

11/29/2024

Syeikh Mahfudz At-Tarmasi, Ulama dari Tremas yang Mendunia


Syeikh Mahfudz at-Tarmasi memiliki nama lengkap Muhammad Mahfudz bin Abdullah bin Abdul Manan bin Dipomenggolo al-Tarmasi al-Jawi. Ia lahir di Tremas, Kecamatan Arjosari, Pacitan, Jawa Timur, pada tanggal 12 Jumadil Awal 1285 H / 31 Agustus 1842 M. Ia meninggal di Makkah pada malam Senin di awal bulan Rajab 1338 H, saat berusia 53 tahun, serta dimakamkan di Maqbarah al-Ma’la.

 

Penisbatan ‘at-Tarmasi’ dalam namanya menunjukkan asal kelahirannya, yakni Desa Tremas, Pacitan. Sebagian kalangan lainnya justru lebih mengenal dengan nama Syeikh Mahfudz Tremas. Ia lahir dari kalangan pesantren dan pengetahuan agama yang kuat. Keluarganya berasal dari keturunan Pondok Tremas Pacitan yang didirikan oleh KH Abdul Manan (kakek Syeikh Mahfudz Tremas).

 

Pada tahun 1872 M/1291 H, saat Syeikh Mahfudz Tremas berusia 6 tahun, ayahnya membawanya ke Makkah untuk tinggal di sana. Selama sekitar 6 tahun di Makkah pasti memengaruhi perkembangan intelektualnya. Kehidupan sehari-hari di pesantren, yang dipenuhi dengan suasana keilmuan, juga sangat memengaruhi minatnya dalam ilmu pengetahuan, terutama ilmu agama.


Melihat bakat yang dimiliki, ayahnya memutuskan untuk menitipkannya di pesantren KH Shaleh Darat (1820-1903 M) di Semarang. Pesantren ini termasuk pesantren yang besar dengan jumlah santri mencapai ratusan, dan beberapa tokoh ternama pernah menimba ilmu di sana, seperti Hadratussyeikh KH M Hasyim Asy’ari, KH Ahmad Dahlan, KH Moenawir Krapyak, KH Dalhar Watucongol, KH Asnawi Kudus, dan sejumlah ulama lainnya.

 

Di pesantren asuhan KH Shaleh Darat, Syekh Mahfudz mempelajari beberapa kitab, seperti Tafsir Jalalain, Syarh Syarqawi ‘ala al-Hikam, Wasilah al-Thullab, hingga Syarh al-Mardini li al-Falaq.


Selepas menuntut ilmu di pesantren KH Sholeh Darat ia merasakan kerinduan suasana di Makkah dan ingin kembali kesana. Pada akhirnya ke Makkah untuk yang kedua kalinya di tahun 1308 H. Suasana religius yang ia pernah rasakan ketika masa kecilnya menghadirkan semangat baru untuk mendalami ilmu agama.

 

Selama berada di Makkah, Syeikh Mahfudz sering menghadiri berbagai majelis ilmu untuk mendalami pengetahuan agama. Di sana ia belajar di bawah bimbingan Muhammad Syatha al-Makki, seorang guru yang terkemuka pada masa itu. Bahkan ia dianggap sebagai bagian dari keluarga guru tersebut dan diberi kesempatan untuk mengajar di Masjidil Haram. Kesempatan ini tidaklah mudah saat itu, karena tidak semua orang bisa mendapatkan izin untuk mengajar di sana.


Menurut penuturan Syeikh Yusin al-Fadani, Syeikh Mahfudz Tremas memperoleh gelar al-Allamah (sangat alim), al-Muhaddits (ahli hadis), al-Musnid (mata rantai sanad hadis), al-Faqih (ahli fiqih), dan al-Muqri’ (ahli qira’at). Ia merupakan salah satu ulama Nusantara yang telah menuliskan karya-karyanya dalam bahasa Arab.

 

Karya-karya Syekh Mahfudz at-Tarmasi

Syeikh Mahfudz Tremas telah menghasilkan banyak karya tentang berbagai aspek ilmu keislaman, semuanya dalam bahasa Arab. Kecepatannya dalam menulis bisa dikatakan sangat luar biasa, seperti ketika ia menyelesaikan Kitab Manhaj Dzawi al-Nadhar hanya dalam waktu 4 bulan 14 hari. Kitab tersebut di dalamnya berbicara tentang ilmu mustolah hadits yang merupakan syarah atas karangan al-Suyuthi sebagai syarah yang terbaik dalam memahami pikiran-pikiran al-Suyuthi. Secara keseluruhan ia tulis di Makkah dan diselesaikan pada Jumat, 14 Robiul Awal 1329 H.  

 

Berikut ini karya-karya dari Syeikh Mahfudz Tremas berdasarkan disiplin keilmuan masing-masing:


  • Bidang Fiqih dan Ushul Fiqih
  1. Al-Siqayah al-Mardiyah fi Asma al-Kutb al-Fiqhiyyah al-Syafi’iyyah,
  2. Nail al-Ma’mul bi Hasyiyah Ghayah al-Wusul fi Ilm al-Usul,
  3. Al-Is’af al-Matholi bi Syarh Badr al-Lami’ Nadham Jam’ al-Jawami,
  4. Hasiyah Takmilah al-Manhaj al-Qawim ila Faraid,
  5. Mauhibbah Zi al-Fadl ‘Ala Syarh Muqaddimah bi al-Fadl,
  6. Tahyi’at al-Fikr bi Syarh Alfiyah al-Syair.
 
  • Bidang Hadis dan Ulumul Hadis
  1. Manhaj Dzawi al-Nadhar Syarh Mandhumah al-Asar,
  2. Al-Khil’ah al- Fikriyyah bi Syarh al-Minhah al-Khairiyyah,
  3. Al-Minhah al-Khairiyyah fi Arba’in Hadisan Min Ahadis Khair al-Bariyyah,
  4. Shulashiat al-Bukhari,
  5. Inayah al-Muftaqir fima Yata’allaq bi Sayyidina al-Khidr,
  6. Bughyah al-Adzkiya’ fi al-Bahs ‘an Karamah al-Auliya’.
 
  • Bidang Qira’at
  1. Insyirah al-Fuadi fi Qira’at al-Imam Hamzah,
  2. Ta’mim al-Manafi fi Qiraat al-Imam Nafi’,
  3. Tanwir al-Shadr fi Qira’at al-Imam Abi Amru,
  4. Al-Badr al-Munir fi Qira’at al-Imam Ibn Katsir,
  5. Al-Risalah al-Tarmasiyyah fi Asanid al-Qira’at al-Asyriyyah,
  6. Ghunyah al-Thalabah bi Syarh Badr al-Lami’ Nazm Jam’ al-Jawa
 
  • Bidang Tafsir, yaitu kitab Fath al-Khabir bi Syarh Miftah al-Tafsir.
  • Bidang Sanad, yaitu kitab Kifayah al-Mustafid fima ‘Ala Min al-Sanid.

-------
-------
Share:

Biografi Singkat Syeikh Ihsan Jampes Kediri


Banyak ulama nusantara yang karyanya dikaji di Timur Tengah, salah satunya Al-'Aalim Al-'Allaamah Ash-Shufi Asy-Syaikh Muhammad Ihsan bin Muhammad Dahlan al-Jampasi al-Kadiri al-Jawi asy-Syafi'i atau dikenal Syeikh Ihsan Jampes.
 
Syeikh Ihsan Jampes lahir pada 1901 M dengan nama asli Bakri dari pasangan KH Dahlan dan Nyai Artimah. Ayah Syeikh Ihsan Jampes adalah ulama terkemuka pada zamannya yang merintis Pondok Pesantren Jampes pada tahun 1886 M. Dan merupakan putra KH Saleh seorang kiai dari Jawa Barat yang leluhurnya masih memiliki nasab ke Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati Cirebon. Sedangkan Ibu Syeikh Ihsan Jampes Nyai Artimah adalah putri KH Sholeh Banjarmelati Kediri.
 
Orang tua Syeikh Ihsan Jampes bercerai saat ia berumur 6 tahun. Kemudian ia tinggal di pesantren milik ayahnya dan diasuh oleh neneknya yang bernama Nyai Isti’anah. Sejak kecil Syeikh Ihsan Jampes tergolong anak yang cerdas dan tekun membaca buku, kitab, koran dan majalah selain mempunyai hobi menonton wayang.

Syeikh Ihsan Jampes kemudian melanglangbuana untuk mencari ilmu ke Pesantren Bendo, Pare, Kediri asuhan KH Khozin yang merupakan pamannya. Kemudian pindah ke Pesantren Jamseran Solo, lalu ke Pesantren asuhan KH Dahlan Semarang dan Pesantren Mangkang Semarang. Syeikh Ihsan Jampes kemudian ke Nganjuk Pesantren Gondanglegi sebelum berguru kepada KH Kholil Bangkalan di Madura.

Syeikh Ihsan Jampes tidak pernah lama menetap di satu pesantren. Seperti di KH Kholil Bangkalan, ia hanya 2 bulan untuk ngaji Alfiyah. Demikian juga di KH Dahlan Semarang ngaji ilmu falak hanya 20 hari. Di Pesantren Jamseran Solo Syeikh Ihsan Jampes mukim hanya 1 bulan. Meski demikian Syeikh Ihsan Jampes selalu berhasil menyerap ilmu yang diajarkan oleh gurunya.
 
Tidak pernah mukim lama salah satu sebabnya adalah Syeikh Ihsan Jampes tidak pernah mau diketahui bahwa dirinya seorang putra kiai besar dari Kediri. Setiap kali teman-temannya mengetahui bahwa ia seorang gus atau putra kiai besar, Syeikh Ihsan Jampes menghilang dan berpindah ke pesantren lain.
 
Pada tahun 1926 Syeikh Ihsan Jampes menunaikan haji, sejak inilah nama kecilnnya Bakri diganti menjadi Ihsan. Dua tahun setelahnya sang ayah, KH Dahlan wafat dan kepemimpinan pesantren dilanjutkan oleh adik KH Dahlan yakni KH Kholil. Pada tahun 1932 dengan suka rela, pesantren diberikan kepada Syeikh Ihsan Jampes.

Ada banyak perkembangan signifikan pesantren saat diasuh oleh Syeikh Ihsan Jampes. Santri menjadi semakin banyak dan pesantren diperbesar. Kegiatan pembelajaran di pesantren menjadi lebih terjadwal dengan rapi. Hingga pada tahun 1942 Syeikh Ihsan Jampes mendirikan Madrasah Mafatihul Huda.

Pada masa revolusi 1445, Syeikh Ihsan Jampes memiliki peran yang krusial. Pesantren Syeikh Ihsan Jampes menjadi tempat transit para pejuang sekaligus meminta doa. Bahkan Syeikh Ihsan Jampes turut mengirim santrinya untuk ikut berperang melawan penjajah.
 
Senin 25 Dzul-Hijjah 1371 H atau September 1952 Syeikh Ihsan Jampes wafat pada usia 51 tahun. Beberapa karya Syeikh Ihsan Jampes anatara lain Tashrih al-Ibarat (syarah dari kitab Natijat al-Miqat karya KH Ahmad Dahlan Semarang) dan Siraj ath Thalibin (syarah dari kitab Minhaj al-Abidin karya Imam Ghazali).
-------
-------
Share:

Terlalu Banyak Makan Seblak Bisa Berakibat Susah Hamil? Ini Penjelasan Dokter


Rasa nikmat memakan seblak belakangan ini terus viral sampai menjadi kuliner favorit sebagian masyarakat. Namun perlu diperhatikan bahwa kandungan zat akibat terlalu sering makan seblak terlebih pada perempuan bisa berakibat susah hamil. 

"Makanan seblak mengandung Polycystic Ovarium Syndrome (PCOS) atau pemicu wanita bisa alami gangguan hormon," kata Ita Fajri Tamim dalam tayangan YouTube NU Online bertema Faktor Penyakit PCOS yang Mengejutkan dan Cara Efektif Mengatasinya dikutip Kamis (19/11/2024).  

Dokter yang konsen di bidang kesehatan reproduksi, pendidikan keluarga, dan pemberdayaan perempuan dan anak itu menjelaskan kandungan makanan pada seblak dan mie instan banyak terbuat dari tepung buatan, kandungan gula, garam dan minyak yang berlebihan. Sehingga jika dikonsumsi terlalu banyak bisa mengganggu pembentukan sel telur pada ovarium yang sulit melakukan ovulasi atau pembuahan sel telur. 

Ia mengungkapkan, kondisi PCOS akan memengaruhi menstruasi berkepanjangan atau berlebihan. Bisa mengakibatkan ketidaksuburan pada wanita karena kelebihan hormon androgen. Akibatnya wanita yang mengalami penyakit PCOS akan sulit untuk hamil. 

"Ketidakseimbangan hormon androgen bisa memicu haid tidak teratur dan sulit hamil," katanya. 

Penderita PCOS biasanya penyebab terbesar adalah life style atau gaya hidup. Salah satunya dari faktor makanan. Ita menjelaskan, agar terhindar dari penyakit PCOS dan cara mencegahnya dengan mengatur makanan bergizi dan mengandung protein dan serat seperti buah, sayur kemudian diimbangi dengan olahraga yang teratur agar metabolisme tubuh baik. 

"Cara mencegahnya menjaga pola makan yang banyak mengandung protein dan serat, serta teratur dalam berolahraga," jelasnya. 

Temuan Kandungan MSG Pada Seblak  

Sementara itu berdasarkan prosiding berjudul Pengaruh Makanan Seblak terhadap Kesehatan Tubuh oleh Dhimas Wahyudi, Ida Lestari, dan Tantri Isna Saputri dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis dari Universitas Pamulang menemukan bahwa makanan seblak cenderung mengandung tingkat garam, lemak jenuh, dan bahan tambahan seperti MSG (Monosodium Glutamat) dalam jumlah yang tinggi.  

Pada saat tubuh menerima konsumsi berlebihan dari kandungan MSG ini dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan, termasuk hipertensi, obesitas, dan gangguan pencernaan. 

Penelitian ini menunjukkan bahwa konsumsi seblak yang berlebihan dapat membawa dampak negatif bagi kesehatan tubuh, terutama pada sistem pencernaan, metabolisme, dan kesehatan jantung. 

Pertama, sistem pencernaan. Kandungan pedas dalam seblak dapat mengiritasi lambung dan menyebabkan gangguan pencernaan seperti mulas, diare, dan sakit perut. Konsumsi berlebihan juga dapat meningkatkan risiko maag dan gastritis. 

Kedua, metabolisme. Kandungan kalori, lemak, dan natrium yang tinggi dalam Seblak dapat meningkatkan risiko obesitas, penyakit jantung, dan hipertensi. Obesitas dapat mengganggu metabolisme dan meningkatkan risiko penyakit kronis lainnya seperti diabetes. 

Ketiga, kesehatan jantung. Konsumsi natrium yang tinggi dalam Seblak dapat meningkatkan tekanan darah dan meningkatkan risiko hipertensi. Hipertensi dapat merusak pembuluh darah dan jantung, dan meningkatkan risiko stroke dan serangan jantung.


Sumber: NU Online
Share:

"Jika pertemanan seseorang tidak memberimu manfaat maka jangan mengambil untung dengan memusuhinya". (Imam Syafi'i)

"Jangan jadikan pendapat sebagai sebab perpecahan dan permusuhan. Karena yang demikian itu merupakan kejahatan besar yang bisa meruntuhkan bangunan masyarakat, dan menutup pintu kebaikan di penjuru mana saja". (Hadratus Syekh K.H. Muh. Hasyim Asy'ari)

Terjemahkan

Tari Roddat Islami

Kutipan Kitab Kuning

Amalan Khusus

Launching Website

Sekapur Sirih Launchingnya ANWALIN.OR.ID - Website Baru Ansor Watulimo Online

SAMBUTAN KETUA PAC GP. ANSOR WATULIMO KABUPATEN TRENGGALEK   Assalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh Bismillaahirrahmaanirrahiim Alhamdul...