Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

1/13/2025

BPJS - Antara Gotong Royong dan Rasa “Rugi Kalau Nggak Dipakai”


BPJS Kesehatan sering menjadi topik hangat. Banyak yang merasa rugi kalau sudah bayar iuran tapi tidak pernah menggunakannya. Akibatnya, ada yang berobat hanya untuk keluhan sederhana, seperti demam ringan atau pegal-pegal, padahal cukup istirahat dan beli paracetamol di minimarket juga bisa sembuh.  

Sistem asuransi seperti BPJS sebenarnya bukan untuk memastikan Anda "dapat kembali" dari apa yang Anda bayar. Ini soal gotong royong: uang yang Anda bayarkan digunakan untuk membantu mereka yang kurang beruntung dan membutuhkan biaya besar untuk pengobatan penyakit serius. Prinsipnya sederhana: Anda sehat, Anda membantu yang sakit.  

Ada pemikiran bahwa kalau kita bayar sesuatu, itu harus dipakai biar nggak rugi. Jadi, ada yang ke dokter hanya untuk keluhan kecil, seperti sakit perut setelah makan mi Gacxan pedas level 8. Padahal, masalahnya cuma karena lambung yang kaget kena serangan rasa pedas, bukan hal yang serius. Kalau semua orang dengan masalah seperti ini langsung ke dokter dan menggunakan BPJS, beban sistem akan semakin berat.  

Coba bayangkan tingkat utilisasi BPJS kalau semua penyakit ringan ditanggung. Dokter di PPK 1 atau puskesmas akan kewalahan menangani keluhan-keluhan yang sebenarnya bisa diatasi sendiri di rumah. Sistem ini akan terlalu penuh, sehingga yang benar-benar membutuhkan perawatan bisa jadi tidak mendapatkan layanan optimal.  

Banyak yang membandingkan BPJS dengan sistem asuransi kesehatan di negara maju. Di beberapa negara, pajak yang dibayar masyarakat bisa mencapai 50% dari penghasilan, sebagian besar digunakan untuk kesehatan. Ada juga yang membayar iuran kesehatan di atas $100 per bulan. Namun, meski sudah bayar mahal, mereka tetap harus membayar biaya tambahan atau iur bayar atau copayment untuk kunjungan dokter atau pembelian obat tertentu.  

Sementara itu, di Indonesia, iuran BPJS tergolong sangat rendah, mulai dari Rp35.000 per bulan. Dengan iuran serendah itu, banyak yang berharap semua pengobatan gratis tanpa biaya tambahan. Tapi kenyataannya, sistem asuransi seperti ini tidak berkelanjutan jika utilisasinya terus meningkat tanpa kontrol.  

Salah satu cara mengatasi pemikiran "rugi kalau nggak dipakai" adalah dengan menambahkan biaya tambahan kecil atau copayment. Misalnya, setiap kunjungan ke PPK 1 dikenakan biaya Rp5.000-10.000. Angka ini tidak terlalu besar dibandingkan biaya konsultasi dokter yang bisa mencapai Rp100.000-200.000. Atau biaya tambahan perawatan Rp. 500,000,- angka ini tidak terlalu besar dibandingkan jika anda harus bayar total biaya rawat 10 juta.

Biaya tambahan ini bisa membantu menyaring kunjungan yang tidak perlu. Orang akan berpikir dua kali sebelum berobat hanya karena sakit perut setelah makan pedas. Ini juga mendorong tanggung jawab individu dalam menjaga kesehatan. Kalau tahu lambung sudah bermasalah, ya jangan makan mi pedas level 8, cukup level 1 saja, atau lebih baik hindari pedas.
  
BPJS seharusnya fokus pada kasus-kasus berat yang bisa membuat seseorang bangkrut jika harus membayar sendiri. Misalnya, pemasangan ring jantung, cuci darah, atau transplantasi organ. Biaya untuk tindakan ini sangat mahal, dan tanpa bantuan BPJS, banyak orang tidak akan mampu menanganinya.  

Namun, jika BPJS terus menanggung kasus ringan yang tidak darurat, seperti flu, batuk, atau sakit perut biasa, sistem ini akan semakin terbebani. Anggaran yang seharusnya digunakan untuk menyelamatkan nyawa akan habis untuk hal-hal yang sebenarnya bisa ditangani tanpa dokter.  

Sebagai masyarakat, kita harus memahami bahwa BPJS adalah bentuk gotong royong. Uang yang kita bayarkan digunakan untuk membantu saudara kita yang membutuhkan. Kalau Anda sehat dan tidak pernah menggunakan BPJS, itu sebenarnya hal yang baik. Itu artinya, Anda berkontribusi untuk membantu orang lain tanpa harus menderita sendiri.  

Namun, untuk mengatasi pemanfaatan yang berlebihan, sistem BPJS memang perlu sedikit penyesuaian. Selain iur bayar kecil, edukasi masyarakat tentang pentingnya tanggung jawab pribadi dalam menjaga kesehatan juga sangat penting. BPJS bukanlah pelampung untuk semua masalah kesehatan. Kita harus belajar membedakan mana yang benar-benar membutuhkan perawatan medis, dan mana yang cukup diatasi sendiri.  
  
Jadi, jangan merasa rugi kalau Anda membayar BPJS tapi tidak pernah menggunakannya. Justru itu menunjukkan Anda sehat dan tidak membutuhkan perawatan medis berat. Ingatlah bahwa BPJS adalah bentuk gotong royong untuk membantu mereka yang kurang beruntung.  

Namun, untuk menjaga keberlanjutan sistem ini, perlu ada pembatasan dan pengendalian, misalnya melalui iur bayar kecil untuk kunjungan yang tidak darurat. Dengan cara ini, kita bisa memastikan bahwa BPJS tetap menjadi penyelamat bagi mereka yang benar-benar membutuhkan, tanpa membebani sistem secara berlebihan. Dan tentu saja, kesehatan Anda tetap menjadi tanggung jawab Anda sendiri. Jadi, makan pedas boleh, tapi jangan level 8 kalau tahu lambung Anda sudah pernah bermasalah!
.
-------
Sumber : FB dr. Erta Priadi Wirawijaya
Share:

Cara Menurunkan Diabetes Tanpa Obat Obatan


Menurut studi International Diabetes Federation
 (IDF), jumlah pengidap diabetes di Indonesia tergolong tinggi. Diperkirakan mencapai 8,5 juta orang. Penyakit ini menyerang seseorang yang berusia 20-79 tahun. Berdasarkan riset mereka, sebagian besar penderitanya tidak menyadari kehadiran gejala diabetes.

Beberapa gejala yang bisa dikenali antara lain buang air kecil dengan frekuensi yang lebih sering, kerap merasa lapar, sakit kepala, hingga pandangan memudar. 

Kekurangan hormon insulin dan ketidakmampuan tubuh dalam mengendalikannya adalah penyebab utama diabetes.

Lantas, bagaimana tips mengatasi diabetes? Sedulur dapat menggunakan beberapa jenis tumbuhan untuk menyembuhkan penyakit ini. Namun, semua itu perlu didukung dengan metode lain. Sebagai rekomendasi, berikut ini ada 7 tips menurunkan kadar gula darah secara alami yang mudah diterapkan.


1.Mengonsumsi Bawang Putih untuk Menurunkan Gula Darah

Jika dikonsumsi secara rutin, bawang putih mampu menurunkan kadar gula darah. Pasalnya, umbi ini mengandung zat sulfoxide. Kandungan tersebut bisa meningkatkan sensitivitas insulin serta membantu penyembuhan infeksi.

Selain itu, bawang putih juga mengandung allicin dan allyl propyl disulfide. Kedua zat tersebut bisa menghambat penghentian insulin di hati. Supaya kadar gula darah cepat menurun, bawang putih harus dikonsumsi secara langsung. Minimal, sedulur mampu mengonsumsi tiga siung bawang putih sekali makan.


2. Mengendalikan Asupan Karbohidrat

Karbohidrat merupakan senyawa organik yang menjadi sumber kalori bagi tubuh. Dalam kondisi normal, karbohidrat berfungsi sebagai penambah energi, materi pembangun, serta menjaga keseimbangan asam basa.

Sebaliknya, jika dikonsumsi secara berlebihan, bisa memperparah penyakit diabetes. karbohidrat menjadi penyebab utama diabetes. Mengurangi asupan karbohidrat dapat menjadi salah satu cara menurunkan diabetes yang ampuh.

Studi ilmuwan dari Colombia University dan Boston Children's Hospital mengungkapkan, untuk menurunkan kadar gula darah, karbohidrat harus disantap saat akhir sesi makan. Semisal, diawali makan sayuran dan telur, selang 10 menit diikuti konsumsi kentang.


3. Minum Ramuan Daun Kemangi secara Rutin

Laura Shane-Mcwhorter, penulis buku The American Diabetes Association: Guide to Herbs and Nutritional Supplements, mengungkapkan bahwa daun kemangi mampu meningkatkan sekresi insulin. Jika minum air rebusan daun tersebut secara teratur, kadar gula darah akan menurun secara cepat.


4. Lakukan Olahraga secara Teratur

Olahraga membantu sel tubuh lebih sensitif terhadap insulin. Karena sensitivitas meningkat, kadar gula darah cenderung menurun. Secara bertahap, gejala diabetes pun bisa dikendalikan.

Olahraga paling ringan yang bisa dilakukan adalah joging. Dengan gerakan kaki dan tangan secara menyeluruh, kalori dalam tubuh terbakar. Michelle May MD, penulis buku Eat What You Love, olahraga selama 45 menit bisa menurunkan gula darah hingga 155 mg/dl.


5. Memperbanyak Konsumsi Buah dan Sayur

Makan buah dan sayur lebih banyak bisa membantu pencegahan diabetes. Pun mampu meningkatkan insulin di dalam tubuh. Beberapa sayuran yang dapat sedulur konsumsi, antara lain kol, brokoli, kacang-kacangan, serta bayam.

Buah-buahan juga bisa mengatasi diabetes secara alami. Semisal, buah naga; kandungan vitamin C di dalamnya sangat tinggi. Karena itu, mampu meningkatkan daya tahan tubuh dan menurunkan kadar glukosa.


7. Atur Pola Istirahat

Cobalah menghitung, berapa jam sedulur tidur dalam sehari? Untuk ukuran orang dewasa, minimal harus istirahat selama 8 jam per hari. Meski begitu, kualitas tidurlah yang menentukan kesehatan tubuh.

Jadi, saat tubuh terasa sangat lelah, pejamkan mata dan istirahatkan otak. Berdasarkan riset peneliti dari University Of Chicago , sebagian besar penderita diabetes memiliki pola tidur yang buruk. Mereka cenderung kesulitan dalam mengendalikan penyakitnya.

Penelitian tersebut membuktikan bahwa kadar gula bisa meningkat hingga 23 persen jika kurang tidur. Menurut mereka, salah satu cara tidur nyenyak adalah dengan mengurangi stres.

Itulah beberapa cara menurunkan diabetes secara alami yang bisa diterapkan di rumah. Semoga bermanfaat!


Sumber : Dinkes Kota Semarang

Share:

12 Cara Menurunkan Gula Darah yang Aman untuk Cegah Diabetes


Mengetahui cara menurunkan gula darah merupakan hal yang penting, terutama pada individu yang berisiko terkena penyakit kencing manis.
Tujuannya agar kadar glukosa darah dapat terkontrol sehingga kamu bisa mencegah risiko penyakit gula sejak dini. 
Ada sejumlah faktor yang dapat memicu tingginya kadar gula darah. Salah satunya adalah gaya hidup yang tidak sehat.
Ketika kadar gula atau glukosa darah dalam tubuh tinggi, kondisi ini tidak sepatutnya kamu sepelekan.
Cara Menurunkan Gula Darah dengan Aman dan Alami
Ada beberapa cara menurunkan gula darah yang dapat kamu lakukan secara alami dan aman, yaitu:

1. Berolahraga secara rutin

Menurut studi di Biochemical Journal berjudul Interactions Between Insulin and Exercise,  olahraga dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan membantu otot tubuh menggunakan gula darah untuk bergerak.
Hal ini dapat membantu menurunkan kadar gula glukosa. Karena itu, cobalah untuk rutin berolahraga minimal 30 menit setiap harinya.
Selain itu, olahraga secara rutin juga dapat membantu menurunkan berat badan.
Nah, menjaga berat badan tetap ideal adalah salah satu hal penting bagi pengidap penyakit gula yang mengalami obesitas.
Sebab, berat badan yang ideal dapat membuat kadar gula darah lebih mudah turun dan stabil. 
Ada sejumlah jenis olahraga yang tepat untuk menurunkan gula glukosa maupun bagi pengidap penyakit gula, seperti:
  • Hiking. Saat hiking sejauh 3 kilometer/jam, orang dengan berat 68 kilogram dapat membakar 240 kalori per jam.  Jika kamu lakukan secara teratur, hiking dapat membantu menurunkan tekanan darah diastolik dan sistolik rata-rata 10 mmHg.
  • Jalan santai. Studi yang terbit pada Diabetes Care menemukan bahwa tiga kali jalan kaki singkat setiap hari setelah makan efektif menurunkan gula darah. Bahkan, efektivitasnya memiliki hasil selayaknya jalan kaki selama 45 menit dengan kecepatan sedang yang sama.
2. Kelola asupan karbohidrat 
Karbohidrat merupakan sumber utama dari glukosa yang dapat meningkatkan kadar gula darah.
Banyak penelitian yang telah menunjukkan bahwa konsumsi makanan rendah karbohidrat dapat membantu mengurangi kadar gula darah.
Menurut American Diabetes Association, penting untuk membatasi makanan yang mengandung karbohidrat olahan dan makanan dengan tambahan gula.
Misalnya seperti karbohidrat bertepung seperti kentang goreng, roti tawar putih dan kue. 
Kamu bisa memenuhi asupan karbohidrat melalui konsumsi karbohidrat kompleks yang berasal dari sejumlah makanan.
Misalnya seperti nasi merah, roti gandum utuh, oatmeal, hingga kentang. 
3. Konsumsi makanan yang mengandung banyak serat
Cara menurunkan gula darah bisa dengan meningkatkan asupan serat.
Menurut studi di Nutrition Journal berjudul Dietary fiber intake and glycemic control: coronary artery calcification in type 1 diabetes (CACTI) study, pola makan tinggi serat mampu meningkatkan kemampuan tubuh dalam mengatur gula darah dalam tubuh, dan meminimalkan penurunan gula darah. 
Ada dua jenis serat, yaitu larut dan tidak larut.
Keduanya sama-sama memiliki manfaat kesehatan bagi mereka dengan gula darah tinggi atau pengidap penyakit gula. 
  • Serat larut. Jenis ini larut dalam air dan membentuk zat seperti gel pada perut. Asupan nutrisi ini dapat membantu mengontrol gula darah dan kolesterol sehingga dapat membantu mencegah komplikasi penyakit gula. Serat larut dapat kamu peroleh dari konsumsi apel, pisang, oat, kacang polong, kacang hitam, kacang lima, kubis Brussel, dan alpukat.
  • Jenis serat tidak larut. Serat tidak larut bermanfaat dalam mendukung sensitivitas insulin dan membantu menjaga kesehatan usus. Nutrisi ini terkandung dalam tepung gandum utuh, biji-bijian, dan kulit banyak buah dan sayuran.
4. Perbanyak minum air putih
Minum air yang cukup dapat membantu kadar gula darah dalam kisaran yang sehat.
Selain itu, minum air yang cukup juga dapat membantu ginjal membuang kelebihan gula melalui urine sekaligus mencegah dehidrasi.
Sebuah penelitian yang dipublikasikan oleh Diabetes and Metabolic Syndrome dengan judul Water Intake and Risk of Type 2 Diabetes: A Systematic Review and Meta-Analysis of Observational Studies, menunjukkan bahwa mereka yang mengonsumsi air putih lebih banyak, memiliki risiko lebih rendah mengalami peningkatan gula darah.
5. Kelola stres dengan baik
Tingkat stres yang tinggi dapat memengaruhi kadar gula darah pada tubuh.
Sebab, ketika seseorang mengalami stres, tubuh akan mengeluarkan hormon glukagon dan kortisol.
Kedua hormon tersebut dapat meningkatkan kadar glukosa darah pada tubuh.

6. Tidur cukup dan berkualitas

Selain itu, cara menurunkan gula darah salah satunya dengan memastikan tidur dalam jumlah yang cukup dan berkualitas.
Tidur yang cukup dan berkualitas dapat membantu menjaga kadar gula darah dan menjaga berat badan yang sehat.
Sebaliknya, kurang tidur berpotensi meningkatkan kadar hormon kortisol.

7. Hindari melewatkan waktu makan

Cara menurunkan gula darah alami yang juga aman adalah menghindari kebiasaan melewatkan waktu makan.
Sebab, melewatkan waktu makan dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah pada waktu makan berikutnya.

8. Memilih makanan yang indeks glikemiknya rendah

Melansir laman resmi Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes RI, Indeks Glikemik (IG) adalah indikator cepat atau lambatnya unsur karbohidrat dalam bahan pangan dalam meningkatkan kadar gula darah dalam tubuh. 
Jika makanan memiliki indeks glikemik rendah, makanan tersebut tidak menyebabkan kadar gula darah melonjak cepat. 
Nah, salah satu cara untuk menurunkan gula darah secara alami adalah mengonsumsi lebih banyak makanan dengan indeks glikemik rendah.
Misalnya seperti sayuran hijau, kacang merah, wortel, dan oat. Pengidap diabetes juga disarankan membatasi penggunaan gula atau mengganti jenis pemanis.

9. Pantau kadar gula darah dengan baik

Cara menurunkan gula darah yang tidak kalah penting yaitu memantau kadar gula darah secara berkala.
Dengan begini, kamu dapat melakukan penyesuaian atau penanganan segera sebelum sampai terjadi komplikasi.
Hal ini juga dapat membantu kamu mempelajari bagaimana tubuh bereaksi terhadap makanan tertentu.

10. Konsumsi makanan yang tinggi magnesium

Nah, cara selanjutnya yang dapat kamu coba adalah mengonsumsi makanan tinggi magnesium.
Sebab, magnesium terbukti bermanfaat bagi kadar glukosa darah.
Bahkan, pola makan kaya magnesium berkaitan dengan penurunan risiko penyakit gula secara signifikan.
Sebaliknya, kadar magnesium yang rendah dapat menyebabkan resistensi insulin dan penurunan toleransi glukosa pada pengidap penyakit gula. 
Namun, ada beberapa efek lain yang juga perlu kamu waspadai akibat kekurangan magnesium. 

11. Menambahkan bahan tertentu ke dalam makanan 

Beberapa makanan yang para ahli yakini memiliki efek antidiabetes antara lain: 

  • Cuka apel. Menurut penelitian, bahan ini dapat menurunkan kadar gula darah dengan menunda pengosongan perut setelah makan. 
  • Kayu manis. Bumbu ini dapat meningkatkan kadar glukosa darah dengan meningkatkan sensitivitas insulin dan memperlambat pemecahan karbohidrat pada saluran pencernaan.
  • Berberin. Makanan ini bermanfaat dalam merangsang pemecahan glukosa enzim, mempromosikan penggunaan gula jaringan dan meningkatkan produksi insulin.

12. Jaga berat badan ideal

Obesitas dan berat badan berlebih dapat menyebabkan gula dalam darah jadi sulit terkontrol.
Maka itu, pengidap gula darah yang obesitas perlu menurunkan berat badan.
Selain itu, ia juga harus menjaga berat badan tetap ideal agar kadar gula darah lebih mudah turun dan stabil dalam kadar normal. 
Itulah beberapa cara yang dapat kamu lakukan untuk menurunkan gula darah secara sehat dan mencegah diabetes.


Sumber : HALODOC

Share:

MANFAAT DAUN PEPAYA BAGI KESEHATAN


1. Sifat Anti Kanker
Daun pepaya mengandung enzim tertentu yang mempunyai sifat melawan berbagai tumor kanker.
Enzim tersebut dapat mengurangi risiko kanker leher rahim, kanker payudara, kanker hati, kanker paru-paru, dan kanker pankreas tanpa efek toksik pada tubuh.

2. Menghambat Pertumbuhan Bakteri
Daun pepaya memiliki 50 bahan aktif termasuk senyawa karpain yang menghambat pertumbuhan mikroorganisme seperti jamur, cacing, parasit, bakteri,

3. Meningkatkan Imunitas Tubuh
Daun pepaya secara alami mampu melakukan regenerasi sel darah putih dan trombosit. Daun pepaya mempunyai kandungan lebih dari 50 bahan termasuk vitamin A, C, dan E yang menunjang sistem kekebalan tubuh.

4. Anti Malaria
Daun pepaya juga memiliki sifat anti malaria. Maka dari itu, jus daun pepaya sering dimanfaatkan di berbagai belahan dunia sebagai profilaksis untuk mencegah malaria di daerah endemis tertentu.

5. Mengontrol Darah Tinggi
Daun pepaya memiliki kemampuan untuk melindungi sel penghasil insulin di pankreas dari kerusakan dan juga kematian dini.

6. Menunjang Pertumbuhan Rambut
Daun pepaya memiliki kandungan antioksidan yang berperan dalam proses penumbuhan rambut. Mengonsumsi makanan yang mengandung antioksidan bisa membantu mengurangi stres oksidatif dan menunjang pertumbuhan rambut.

7. Mencegah dan Mengobati Demam Berdarah
Kandungan enzim papain yang terdapat dalam buah pepaya memiliki kemampuan trombosit sehingga daun pepaya banyak digunakan untuk perawatan pasien dengan penyakit demam berdarah.

8. Mengurangi Nyeri Haid
Karena terdapat senyawa yang bermanfaat untuk melancarkan keluarnya darah dari rahim.

9. Membantu Pencernaan
Daun pepaya juga bisa membantu mencerna gluten protein gandum.

10. Mencegah Emfisema
Daun pepaya dapat membantu pencegahan terjadinya penyakit emfisema yang berhubungan dengan paru-paru.

11. Menjaga Kesehatan Kulit
Daun pepaya memiliki kandungan yang mampu menjaga kulitmu untuk tetap bersih dan jernih, sifat antioksidan yang ada pada daun pepaya juga membantu dalam proses penuaan. Selain itu, ekstrak daun pepaya juga punya efek yang melembabkan dan bisa mencegah kulit kering.

12. Memiliki Efek Anti Inflamasi 
Daun pepaya mampu mengobati berbagai kondisi peradangan, seperti ruam kulit, nyeri otot, dan nyeri sendi. Kandungan papain dan vitamin E dalam daun pepaya yang memiliki efek anti inflamasi.

13. Baik Untuk Hati
Daun pepaya bisa membantu menghilangkan semua racun dan kotoran sehingga mampu bekerja sebagai pembersih alami. Membantu dalam detoksifikasi hati dan membantu menyembuhkan penyakit hati kronis, kanker hati, dan lain sebagainya.

14. Meningkatkan Trombosit
Daun pepaya mempunyai efektivitas yang tinggi dalam meningkatkan jumlah trombosit secara cepat. Terutama untuk seseorang dengan kasus kekurangan vitamin, sedang kemoterapi, demam berdarah, dan berbagai kondisi lainnya.

15. Menjaga Kesehatan Mata
Kandungan antioksidan dalam daun pepaya bisa membantu mata untuk menyaring sinar biru dari gadget yang berbahaya untuk mata.


Diambil dari berbagai sumber terpercaya
Semoga bermanfaat
Share:

11/29/2024

Terlalu Banyak Makan Seblak Bisa Berakibat Susah Hamil? Ini Penjelasan Dokter


Rasa nikmat memakan seblak belakangan ini terus viral sampai menjadi kuliner favorit sebagian masyarakat. Namun perlu diperhatikan bahwa kandungan zat akibat terlalu sering makan seblak terlebih pada perempuan bisa berakibat susah hamil. 

"Makanan seblak mengandung Polycystic Ovarium Syndrome (PCOS) atau pemicu wanita bisa alami gangguan hormon," kata Ita Fajri Tamim dalam tayangan YouTube NU Online bertema Faktor Penyakit PCOS yang Mengejutkan dan Cara Efektif Mengatasinya dikutip Kamis (19/11/2024).  

Dokter yang konsen di bidang kesehatan reproduksi, pendidikan keluarga, dan pemberdayaan perempuan dan anak itu menjelaskan kandungan makanan pada seblak dan mie instan banyak terbuat dari tepung buatan, kandungan gula, garam dan minyak yang berlebihan. Sehingga jika dikonsumsi terlalu banyak bisa mengganggu pembentukan sel telur pada ovarium yang sulit melakukan ovulasi atau pembuahan sel telur. 

Ia mengungkapkan, kondisi PCOS akan memengaruhi menstruasi berkepanjangan atau berlebihan. Bisa mengakibatkan ketidaksuburan pada wanita karena kelebihan hormon androgen. Akibatnya wanita yang mengalami penyakit PCOS akan sulit untuk hamil. 

"Ketidakseimbangan hormon androgen bisa memicu haid tidak teratur dan sulit hamil," katanya. 

Penderita PCOS biasanya penyebab terbesar adalah life style atau gaya hidup. Salah satunya dari faktor makanan. Ita menjelaskan, agar terhindar dari penyakit PCOS dan cara mencegahnya dengan mengatur makanan bergizi dan mengandung protein dan serat seperti buah, sayur kemudian diimbangi dengan olahraga yang teratur agar metabolisme tubuh baik. 

"Cara mencegahnya menjaga pola makan yang banyak mengandung protein dan serat, serta teratur dalam berolahraga," jelasnya. 

Temuan Kandungan MSG Pada Seblak  

Sementara itu berdasarkan prosiding berjudul Pengaruh Makanan Seblak terhadap Kesehatan Tubuh oleh Dhimas Wahyudi, Ida Lestari, dan Tantri Isna Saputri dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis dari Universitas Pamulang menemukan bahwa makanan seblak cenderung mengandung tingkat garam, lemak jenuh, dan bahan tambahan seperti MSG (Monosodium Glutamat) dalam jumlah yang tinggi.  

Pada saat tubuh menerima konsumsi berlebihan dari kandungan MSG ini dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan, termasuk hipertensi, obesitas, dan gangguan pencernaan. 

Penelitian ini menunjukkan bahwa konsumsi seblak yang berlebihan dapat membawa dampak negatif bagi kesehatan tubuh, terutama pada sistem pencernaan, metabolisme, dan kesehatan jantung. 

Pertama, sistem pencernaan. Kandungan pedas dalam seblak dapat mengiritasi lambung dan menyebabkan gangguan pencernaan seperti mulas, diare, dan sakit perut. Konsumsi berlebihan juga dapat meningkatkan risiko maag dan gastritis. 

Kedua, metabolisme. Kandungan kalori, lemak, dan natrium yang tinggi dalam Seblak dapat meningkatkan risiko obesitas, penyakit jantung, dan hipertensi. Obesitas dapat mengganggu metabolisme dan meningkatkan risiko penyakit kronis lainnya seperti diabetes. 

Ketiga, kesehatan jantung. Konsumsi natrium yang tinggi dalam Seblak dapat meningkatkan tekanan darah dan meningkatkan risiko hipertensi. Hipertensi dapat merusak pembuluh darah dan jantung, dan meningkatkan risiko stroke dan serangan jantung.


Sumber: NU Online
Share:

"Jika pertemanan seseorang tidak memberimu manfaat maka jangan mengambil untung dengan memusuhinya". (Imam Syafi'i)

"Jangan jadikan pendapat sebagai sebab perpecahan dan permusuhan. Karena yang demikian itu merupakan kejahatan besar yang bisa meruntuhkan bangunan masyarakat, dan menutup pintu kebaikan di penjuru mana saja". (Hadratus Syekh K.H. Muh. Hasyim Asy'ari)

Terjemahkan

Tari Roddat Islami

Kutipan Kitab Kuning

Amalan Khusus

Launching Website

Sekapur Sirih Launchingnya ANWALIN.OR.ID - Website Baru Ansor Watulimo Online

SAMBUTAN KETUA PAC GP. ANSOR WATULIMO KABUPATEN TRENGGALEK   Assalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh Bismillaahirrahmaanirrahiim Alhamdul...