Tampilkan postingan dengan label Ansor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ansor. Tampilkan semua postingan

8/09/2025

Usai Konferancab ke-XIII, Panitia dan Pimpinan PAC GP Ansor Watulimo Bersilaturahim ke Ketua MWC NU Watulimo


Anwalin News, Watulimo – Dalam rangka menindaklanjuti hasil Konferensi Anak Cabang (Konferancab) ke-XIII Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda (PAC GP) Ansor Watulimo, jajaran panitia bersama Ketua Demisioner PAC GP Ansor Watulimo, sahabat Murdiyanto, dan Ketua terpilih masa khidmah 2025–2028, sahabat Muh. Afif Wahyudin, melakukan silaturahim ke kediaman Bapak Kyai Leif Sulaiman, M.Pd. selaku Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Watulimo, Jum’at malam Sabtu (8/8/2025).

Kunjungan tersebut bertujuan untuk melaporkan secara resmi hasil Konferancab ke-XIII, menyampaikan perkembangan kaderisasi di tubuh PAC GP Ansor Watulimo, serta memohon pembekalan dan pengarahan dari Ketua MWC NU Watulimo.

Acara silaturahim dibuka dengan pengantar dari Ketua Demisioner PAC GP Ansor Watulimo, sahabat Murdiyanto, yang menyampaikan laporan singkat tentang pelaksanaan Konferancab ke-XIII dan dinamika kepengurusan.

"Kami datang sebagai bentuk penghormatan kepada Bapak Ketua MWC NU Watulimo untuk menyampaikan laporan resmi hasil Konferancab, perkembangan kaderisasi, serta memohon doa restu dan pembinaan agar kepengurusan ke depan semakin solid dan bermanfaat untuk umat, bangsa, dan negara," ujar sahabat Murdiyanto dalam sambutannya.


Selanjutnya, Bapak Kyai Leif Sulaiman, M.Pd. memberikan pembinaan dan pengarahan kepada jajaran PAC GP Ansor Watulimo. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya menjaga kekompakan, menguatkan kaderisasi, serta mempertahankan semangat khidmah di bawah naungan Nahdlatul Ulama.

"Ansor dan Banser adalah benteng ulama dan NKRI. Kepengurusan yang baru harus mampu melanjutkan program yang baik, meningkatkan sinergi dengan MWC NU, serta menjaga akhlak dan adab sebagai kader Nahdliyin," pesan Kyai Leif Sulaiman.

Beliau juga menegaskan bahwa regenerasi kepemimpinan di tubuh Ansor harus berjalan sehat dan berkesinambungan. "Pergantian kepemimpinan itu wajar, tapi jangan sampai memutus tali persaudaraan. Jadikan estafet ini sebagai penguat ukhuwah dan pemacu semangat untuk bekerja lebih baik," tegasnya.

Selain itu, Kyai Leif Sulaiman mengingatkan pentingnya peran Ansor dan Banser di tengah masyarakat. "Jangan hanya aktif di internal organisasi. Turunlah ke tengah masyarakat, bantu mereka, dan tunjukkan bahwa Ansor selalu hadir untuk umat," imbuhnya.


Usai penyampaian pembekalan, acara dilanjutkan dengan diskusi ringan yang membahas peluang kerja sama program antara PAC GP Ansor dan MWC NU Watulimo, termasuk penguatan kegiatan kaderisasi dan peran pemuda di tengah masyarakat.

Dengan berakhirnya silaturahim ini, diharapkan sinergi antara PAC GP Ansor Watulimo dan MWC NU Watulimo semakin erat, sehingga perjuangan dalam membentengi aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah an-Nahdliyah dan menjaga keutuhan NKRI dapat berjalan lebih optimal.



Kontributor : Tim Media Anwalin
.
Share:

8/07/2025

Sahabat Muh. Afif Wahyudin Terpilih sebagai Ketua PAC GP Ansor Watulimo Masa Khidmat 2025–2028


Anwalin News, Watulimo, 6 Agustus 2025 – Konferensi Anak Cabang (Konferancab) Ke-XIII PAC Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Watulimo yang digelar di Hotel Prigi & Resort, Rabu (6/8/2025), resmi menetapkan Sahabat Muh. Afif Wahyudin sebagai Ketua PAC GP Ansor Watulimo masa khidmat 2025–2028.

Sebelumnya, Sahabat Afif menjabat sebagai Sekretaris PAC GP Ansor Watulimo masa khidmat 2023–2025, mendampingi Sahabat Murdiyanto selaku ketua pada periode tersebut. Keputusan terpilihnya Sahabat Afif dihasilkan melalui proses musyawarah mufakat para delegasi yang hadir dari seluruh Pimpinan Ranting se-Kecamatan Watulimo.

Ketua PC GP Ansor Kabupaten Trenggalek, Gus Muh. Izuddin Zakki, memberikan apresiasi atas terpilihnya pemimpin baru ini.

“Selamat kepada Sahabat Afif Wahyudin yang telah dipercaya memimpin PAC GP Ansor Watulimo. Semoga amanah ini dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab, menjaga marwah organisasi, serta membawa Ansor Watulimo semakin maju dan solid di masa depan,” ujarnya.

Mewakili Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Timur, Dr. Muhammad Sukur, M.Pd., juga menyampaikan dukungan penuh.

“Kepemimpinan itu amanah besar. Kami berharap Sahabat Afif dapat melanjutkan dan mengembangkan program yang sudah baik di periode sebelumnya, serta menjawab tantangan zaman, khususnya di era digital,” pesannya.

Tidak lupa, para pimpinan dan kader GP Ansor memberikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Sahabat Murdiyanto atas dedikasi dan pengabdian selama memimpin di periode 2023–2025.

“Terima kasih kami sampaikan kepada Sahabat Murdiyanto yang telah mencurahkan waktu, tenaga, dan pikirannya demi kemajuan Ansor Watulimo. Jejak pengabdian beliau akan menjadi teladan bagi kader-kader selanjutnya,” ungkap Kyai Leif Sulaiman, Ketua MWC NU Watulimo.


Sahabat Murdiyanto sendiri dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan doa untuk kepemimpinan yang baru.

“Alhamdulillah, perjuangan kita selama ini adalah hasil kerja bersama. Saya doakan Sahabat Afif mampu membawa Ansor Watulimo lebih baik lagi. Teruslah berkhidmat dengan hati dan keikhlasan,” ujarnya.

Usai penetapan, Sahabat Afif Wahyudin mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan.

“Amanah ini akan saya jalankan dengan sebaik-baiknya. Saya memohon dukungan dari seluruh kader untuk melanjutkan estafet perjuangan, memperkuat militansi, dan mengembangkan Ansor yang adaptif di era digital,” tegasnya.

Dengan terpilihnya Sahabat Afif, diharapkan PAC GP Ansor Watulimo semakin solid dan progresif, meneruskan tradisi khidmat kepada agama, bangsa, dan Nahdlatul Ulama.



Kontributor : Tim Media Anwalin
.
Share:

Konferancab Ke-XIII PAC GP Ansor Watulimo Resmi Dibuka: Teguhkan Militansi Kader di Era Digital


Anwalin News, Watulimo, 6 Agustus 2025
– Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Watulimo menggelar Konferensi Anak Cabang (Konferancab) Ke-XIII di Hotel Prigi & Resort, Jl. Raya Tasikmadu, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, Rabu (6/8/2025).
Mengusung tema “Meneguhkan Militansi Kader, Membangun Ansor Progresif di Era Digital”, kegiatan ini menjadi momentum penting konsolidasi organisasi, penyusunan program kerja, dan pemilihan kepengurusan baru demi memperkuat peran Ansor dalam mengawal nilai-nilai keagamaan, kebangsaan, dan kemasyarakatan di era modern.


Hadir Sejumlah Tokoh dan Stakeholder Strategis

Acara pembukaan dihadiri oleh jajaran tokoh lintas elemen, di antaranya Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Trenggalek K.H. Yusuful Khamdani, Anggota DPRD Kabupaten Trenggalek, Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Timur, Pengurus PC GP Ansor Kabupaten Trenggalek, Kasatkorcab Banser Trenggalek beserta jajaran, Komisioner KPUD dan Bawaslu Kabupaten Trenggalek, Forkopimcam Watulimo, Kepala KUA Kecamatan Watulimo, Pengawas Pendidikan Aswaja NU Kecamatan Watulimo, Ketua Pemuda Cabang Muhammadiyah Watulimo dan KOKAM, TNI AL, Polairud, pimpinan OPD, pengurus MWC NU, seluruh Ketua Ranting NU, PAC GP Ansor, Kasatkoryon Banser, Banom NU, kepala desa, tokoh agama, dan tokoh masyarakat se-Kecamatan Watulimo.

Rangkaian Acara Pembukaan

Acara dibuka oleh Sahabat Muh. Gufron Alutfi, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Sahabat Andik Try Sulistyo.
Tim Paduan Suara Fatayat NU Ranting Watuagung membawakan lagu Indonesia Raya, Mars Syubbanul Wathon, dan Mars GP Ansor.
Laporan panitia disampaikan oleh Sahabat Murjianto, dilanjutkan sambutan-sambutan dari berbagai tokoh sebelum resmi dibuka oleh Ketua PCNU Kabupaten Trenggalek.


Sambutan Penuh Makna

Dalam sambutannya, Ketua PAC GP Ansor Watulimo, Sahabat Murdiyanto, menegaskan bahwa konferensi ini bukan sekadar agenda seremonial, tetapi wujud komitmen untuk terus mengokohkan militansi dan loyalitas kader.

“Kita tidak hanya dituntut menjadi kader yang militan, tetapi juga harus adaptif di era digital. Ansor Watulimo harus menjadi pelopor dalam dakwah yang kreatif, moderat, dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Perwakilan MWC NU Watulimo, Kyai Chalimy Anwar, menekankan pentingnya sinergi antara Banom NU dalam menjaga akidah Ahlussunnah wal Jamaah.

“Semangat kebersamaan dan ukhuwah harus selalu kita rawat. Ansor adalah garda depan yang menjaga marwah NU di tengah tantangan zaman,” tuturnya.

Sementara itu, Kapolsek Watulimo AKP Sunarto, S.Sos, mewakili Forkopimcam mengajak kader Ansor untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah dan aparat keamanan. Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih dari jajaran kepolisian.

“Kami mengapresiasi kontribusi GP Ansor dan Banser yang selama ini telah menjadi mitra strategis kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Terima kasih atas sinergi yang telah terbangun, semoga terus terjaga dan semakin kuat,” ungkapnya.

Dari PC GP Ansor Trenggalek, Gus Muh. Izuddin Zakki mengingatkan bahwa regenerasi kader harus diimbangi dengan peningkatan kapasitas dan wawasan kebangsaan.

“Kader Ansor harus siap memimpin, bukan hanya di internal NU, tapi juga di ruang-ruang strategis masyarakat,” pesannya.

Mewakili PW GP Ansor Jawa Timur, Dr. Muhammad Sukur, M.Pd., menggarisbawahi pentingnya penguatan militansi kader dengan literasi digital.

“Di era digital, dakwah dan gerakan sosial harus memanfaatkan teknologi. Kader Ansor tidak boleh gagap digital,” tegasnya.


Pembukaan Resmi oleh Ketua PCNU Trenggalek

Puncak acara ditandai dengan sambutan dan pembukaan resmi oleh K.H. Yusuful Khamdani. Dalam arahannya, beliau mengajak kader Ansor untuk menjaga komitmen khidmat dan keikhlasan.

“Militansi tanpa keikhlasan akan hampa. Jadikan setiap langkah perjuangan sebagai ibadah, InsyaAllah Ansor akan terus menjadi benteng umat dan bangsa,” pesannya sebelum mengetukkan palu tanda dibukanya Konferancab.

Acara ditutup dengan doa yang dipimpin K.H. Fatkur Rohman, S.Ag., M.Si, sekaligus menjadi penutup rangkaian pembukaan Konferancab ke-XIII PAC GP Ansor Watulimo.



Kontributor : Tim Media Anwalin - PAC GP Ansor Watulimo
.
Share:

7/24/2025

PAC GP Ansor Watulimo Gelar Rapat Koordinasi Pra-Konferancab Ke-XIII di Mako Anwalin


Anwalin News, Watulimo, 23 Juli 2025Dalam rangka menyukseskan agenda besar Konferensi Anak Cabang (Konferancab) Ke-XIII, Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Watulimo menggelar Rapat Koordinasi di Mako Anwalin — kediaman Ketua PAC GP Ansor Watulimo, Sahabat Murdiyanto — yang berlokasi di Desa Gemaharjo, Rabu malam (23/07).

Rapat yang dimulai sejak pukul 19.30 WIB ini dihadiri oleh seluruh jajaran Pengurus Harian PAC GP Ansor Watulimo, Pimpinan Ranting se-Kecamatan Watulimo, Kasatkorkel Banser, serta delegasi dari Ranting yang berhalangan hadir secara langsung. Agenda utama rapat membahas teknis pelaksanaan Konferancab Ke-XIII yang direncanakan berlangsung pada tanggal 6-7 Agustus 2025 di Hotel Prigi & Resort, Jl. Raya Tasikmadu, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek.

Ketua PAC GP Ansor Watulimo, Sahabat Murdiyanto, yang memimpin langsung jalannya rapat menyampaikan pentingnya sinergi dan kesiapan seluruh kader menjelang hajatan besar tiga tahunan ini.

"Konferancab bukan sekadar pergantian kepemimpinan, tapi momentum konsolidasi dan refleksi gerakan kita. Maka, semua elemen harus terlibat aktif dan solid. Kita putuskan bersama malam ini, semua fasilitas hotel akan kita gunakan demi kelancaran dan kenyamanan seluruh peserta,” tegas Murdiyanto dalam arahannya.


Dalam rapat tersebut, disepakati secara mufakat bahwa seluruh fasilitas Hotel Prigi & Resort akan dimanfaatkan sepenuhnya. Mulai dari reservasi 21 kamar hotel, penggunaan Aula utama, Mushola, serta seluruh gedung pendukung milik hotel untuk mendukung kelancaran pelaksanaan Konferancab.

Keputusan ini sekaligus menjadi langkah strategis agar kegiatan berjalan lebih efektif dan terpusat dalam satu lokasi, mengingat besarnya jumlah peserta dan pentingnya rangkaian agenda yang akan berlangsung selama dua hari tersebut.

Rapat berlangsung dengan penuh semangat dan kekeluargaan. Usai rapat, seluruh peserta menikmati ramah tamah dan doa bersama sebagai penutup.



Kontributor : Tim Media Anwalin - PAC GP Ansor Watulimo
.
Share:

7/20/2025

Filosofi dan Makna Logo Konferensi Anak Cabang Ke-XIII PAC GP Ansor Watulimo



1. Bumi Bulat dan Tunas Tumbuhan Hijau

  • Makna Bumi Bulat: Melambangkan semangat globalisasi, kesadaran lingkungan, dan kepedulian kader Ansor terhadap isu-isu kemanusiaan dan perdamaian dunia. Juga menunjukkan bahwa gerakan pemuda Ansor tidak hanya berpikir lokal, tetapi juga berpandangan luas dan mendunia.

  • Makna Tunas Tumbuhan Hijau: Simbol pertumbuhan, regenerasi, dan semangat pembaruan. Ini mencerminkan semangat kaderisasi yang berkelanjutan, serta harapan agar kader muda Ansor terus tumbuh, berkembang, dan menjadi pemimpin masa depan yang berakar pada nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.

2. Logo ANSOR (Segitiga Hijau)

  • Segitiga dengan Bulan Bintang dan Sembilan Bintang: Adalah simbol khas Gerakan Pemuda Ansor yang menunjukkan identitas organisasi sebagai bagian dari Nahdlatul Ulama (NU) yang berpijak pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah.

  • Warna Hijau: Melambangkan kedamaian, harapan, dan semangat keislaman. Warna ini juga mencerminkan nilai-nilai spiritual dan perjuangan yang bersih serta tulus.

  • Letak Logo ANSOR di Tengah: Menunjukkan bahwa GP Ansor menjadi pusat semangat, kekuatan ideologis, dan arah gerakan dalam kegiatan konferensi ini.

3. Angka Romawi "XIII"

  • Menyimbolkan bahwa konferensi ini adalah Konferensi Anak Cabang Ke-13 (XIII).

  • X (hitam) melambangkan kekuatan dan keteguhan dalam berorganisasi.

  • III (kuning emas) melambangkan optimisme, semangat kemajuan, dan harapan baru dalam regenerasi kepemimpinan.

4. Tulisan “KONFERANCAB GP. ANSOR WATULIMO - TRENGGALEK”

  • "KONFERANCAB" (warna oranye): Memberi kesan semangat, antusiasme, dan keberanian untuk mengambil keputusan penting demi masa depan organisasi.

  • "GP. ANSOR" (warna hijau tua): Identitas organisasi yang kuat dan melekat dalam jiwa kader-kader mudanya.

  • "WATULIMO - TRENGGALEK": Menegaskan lokasi dan wilayah pengabdian organisasi, serta menunjukkan kebanggaan terhadap daerah sebagai tempat tumbuhnya kader-kader unggul Ansor.


Kesimpulan

Logo Konferancab Ke-XIII PAC GP Ansor Watulimo ini dirancang tidak hanya sebagai simbol acara, tetapi juga sebagai gambaran komprehensif dari identitas, semangat, cita-cita, dan arah perjuangan kader GP Ansor Watulimo. Dengan perpaduan simbol-simbol alam, angka, warna, dan logo organisasi, logo ini mengandung pesan kuat tentang regenerasi, semangat perubahan, dan militansi kader dalam membangun masa depan Ansor yang progresif dan membumi di era digital.

Logo Selengkapnya silahkan Unduh di bawah ini





Oleh : Tim Media Anwalin - PAC GP. Ansor Watulimo
.
Share:

4/15/2025

Download Logo Resmi Harlah Ke-91 GP Ansor Tahun 2025


Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor (PP GP Ansor) resmi meluncurkan logo Hari Lahir (Harlah) ke-91 pada Senin, 17 Februari 2025. 
Logo ini menjadi simbol semangat persatuan dan kontribusi pemuda dalam membangun bangsa. 

Pada peringatan tahun ini, GP Ansor mengusung tema "Satu Barisan Membangun Negeri", yang mencerminkan komitmen organisasi dalam menjaga kebersamaan dan berperan aktif dalam pembangunan nasional. 

Bagi Anda yang ingin menggunakan logo resmi Harlah Ke-91 GP Ansor, silakan download logo harlah GP Ansor Tahun 2025 dalam format png berikut.  

Filosofi Logo Harlah Ke - 91 GP Ansor 

Dengan menggunakan logo ini, mari bersama-sama menyebarkan semangat kebersamaan dan perjuangan pemuda untuk negeri. 

Unduh logo Harlah Ke-91 GP Ansor sekarang!
Share:

4/14/2025

20 Ribu Kader GP Ansor-Banser dan TNI Padati Jatim Expo, Tegaskan Komitmen Manunggal Menuju Indonesia Emas 2045


Anwa News, 13 April 2025 – Semangat persatuan dan sinergi antara rakyat dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) tergambar nyata dalam Apel Gelar Pasukan bertajuk “Manunggal TNI – Ansor Bersama Rakyat untuk Indonesia Emas 2045” yang digelar di Jatim Expo Surabaya. Sebanyak 20 ribu kader Gerakan Pemuda Ansor dan Banser dari seluruh Jawa Timur memenuhi lokasi acara dalam formasi disiplin dan penuh semangat.

Acara ini dihadiri oleh Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin beserta jajaran PJU dan perwakilan tiga matra TNI. Dari Angkatan Darat, hadir para Danrem dan Dandim se-Jawa Timur.

Dari matra laut hadir Pangkoarmada II, Danpasmar 2 Brigjen TNI Marinir, Danlantamal V, dan dari matra udara hadir 3 Danlanud di Jatim.

Dalam sambutannya, Mayjen TNI Rudy Saladin menyampaikan penghargaan atas kesiapan dan kekuatan kader GP Ansor-Banser. “Gelar Pasukan ini bukan hanya seremonial, tetapi wujud nyata kemanunggalan antara rakyat, santri, dan TNI. Ini adalah energi sosial yang luar biasa untuk menjaga keutuhan NKRI. Ketika anak-anak muda bangsa berkumpul dalam barisan rapi seperti ini, maka Indonesia sedang memperkuat fondasinya menuju Emas 2045.” Ucapnya

Pangdam juga menegaskan bahwa Ansor dan Banser adalah mitra strategis TNI dalam menjaga stabilitas sosial dan ideologi bangsa. Ia berharap kolaborasi ini terus ditingkatkan, khususnya dalam bidang bela negara, penanggulangan bencana, hingga kontra radikalisme.

Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor Addin Jauharudin dalam pidatonya menyampaikan rasa bangga dan syukur atas momentum bersejarah ini.

“Apel ini adalah bentuk manunggal sejatinya antara NU, santri, dan tentara. Ini bukan sekadar barisan fisik, tapi barisan spiritual dan nasionalis. Kami hormat kepada semua jenderal dan pimpinan TNI yang hadir. Saya bangga menyebut Pangdam Mayjen Rudy Saladin ini sebagai kakak saya, dan beliau juga menyebut saya sebagai adik. Hari ini, kita membangun Indonesia dari Jawa Timur, bersama-sama,” ujarnya dengan penuh semangat.

Addin juga memperkenalkan delapan satuan Banser yang aktif dalam berbagai sektor:
1. Bagana – Banser Tanggap Bencana
2. Balantas – Banser Lalu Lintas
3. Basada – Banser Husada (kesehatan masyarakat)
4. Banser Maritim – Penjaga Wilayah Laut
5. Balakar – Banser Penaggulangan Kebakaran
6. CPB – Corps Provost Banser (pembentukan karakter & kedisiplinan)
7. Banser Protokoler
8. Asmaul Husna– Satuan Intelijen Kontra Radikalisme



Ia bahkan mengusulkan pembentukan satuan baru yang dinamakan Bandara (Banser Pengendalian Udara), sebagai bentuk sinergi dengan TNI AU ke depan.

“Kami ada dari pusat hingga desa. 34 provinsi, 497 kabupaten/kota, 4.900 kecamatan, hingga 22 ribu ranting. Ini bukti bahwa GP Ansor adalah kekuatan rakyat yang terorganisir dan siap manunggal bersama TNI menjaga NKRI,” tegasnya.

Addin juga menyinggung sejarah panjang keterlibatan Ansor dalam perjuangan kemerdekaan, khususnya dalam pasukan Hizbullah yang berperan dalam pertempuran Surabaya dan pembentukan TKR (Tentara Keamanan Rakyat).

Banyak kader Ansor yang kemudian menjadi perwira TNI seperti Jenderal Munasir, Kapten Hasyim, dan Letnan Yusuf (paman Gus Dur).

“Siapa yang mengganggu TNI, berarti juga mengganggu Ansor. Dan siapa yang mengganggu Ansor, berarti juga berhadapan dengan TNI,” ucapnya lantang disambut tepuk tangan meriah ribuan peserta.

Di akhir sambutannya, Addin mengutip pesan dari Jenderal TNI M. Yusuf dalam Konbes GP Ansor 1979:

“Agar seluruh rakyat, termasuk Ansor, membantu ABRI tetap utuh, dan menjauhkan diri dari tindakan yang menyakitkan hati rakyat.” pungkasnya.

Apel ditutup dengan yel-yel semangat dari ribuan kader Banser, membentuk harmoni kebangsaan antara kekuatan sipil dan militer. Momen ini menjadi bukti bahwa TNI dan GP Ansor tidak hanya sekadar berdampingan, tapi menyatu dalam semangat merah putih untuk Indonesia Emas 2045.



Sumber : Ansor Jatim

Share:

1/07/2025

Sejarah Gerakan Pemuda Ansor (GP. Ansor)


Gerakan Pemuda Ansor
 (disingkat GP Ansor) adalah salah satu badan otonom Nahdlatul Ulama (NU) yang bergerak di bidang kepemudaan dan kemasyarakatan. GP Ansor resmi berdiri pada Muktamar NU ke-9 pada tanggal 24 April 1934, bertepatan dengan 10 Muharram 1353 H di Banyuwangi. GP Ansor telah memiliki pengurus wilayah yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia.
Gerakan Pemuda Ansor membawahi Barisan Ansor Serbaguna (Banser), Rijalul Ansor, Lembaga Bantuan Hukum Ansor, Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP), Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS), Badan Ansor Anti Narkoba (Baanar), Badan Siber Ansor (BSA) dan Sako Pandu Ansor.
Sejarah
Sejarah lahirnya GP Ansor tidak terlepas dari sejarah kelahiran NU itu sendiri. Pada tahun 1921 telah muncul ide untuk mendirikan organisasi pemuda secara intensif. Hal itu juga didorong oleh kondisi saat itu, dimana banyak muncul organisasi pemuda bersifat kedaerahan seperti Jong Java, Jong Ambon, Jong Sumatra, Jong Minahasa, dll. Terlepas dari itu, muncul perbedaan pendapat antara kaum modernis dan tradisionalis yang disebabkan oleh perbedaan pendapat masalah mazhab dan masalah furu'iyah lainnya.
Pada tahun 1924, KH. A. Wahab Hasbullah membentuk organisasi sendiri bernama Syubbanul Wathan (Pemuda Tanah Air) yang dipimpin oleh KH. Abdullah Ubaid sebagai Ketua dan KH. Thohir Bakri sebagai Wakil Ketua, serta KH. Abdurrahim selaku sekretaris.
Setelah mulai banyak pemuda yang ingin bergabung Syubbanul Wathan, maka pengurus membuat sesi khusus mengurus mereka yang lebih mengarah kepada kepanduan yang disebut “Ahlul Wathan”.
Kemudian atas inisiatif KH. Abdullah Ubaid, pada tahun 1931 terbentuklah Persatuan Pemuda Nahdlatul Ulama (PPNU) dan pada 14 Desember 1932, PPNU berubah nama menjadi Pemuda Nahdlatul Ulama (PNU). Pada tahun 1934 berubah lagi menjadi Ansor Nahdlatul Oelama (ANO). Sampai sini meski ANO sudah diakui sebagai bagian dari NU, namun secara formal belum tercantum dalam struktur dan Banom NU.
Nama "Ansor" merupakan saran KH. A. Wahab Hasbullah yang diambil dari nama kehormatan dari Nabi Muhammad SAW kepada penduduk Madinah yang telah berjasa dalam perjuangan membela dan menegakkan Islam. Dengan demikian, ANO dimaksudkan dapat mengambil hikmah dan teladan terhadap sikap, perilaku, dan semangat perjuangan para sahabat Nabi Muhammmad yang mendapat sebutan tersebut. 
Gerakan ANO (yang kini disebut GP Ansor) harus senantiasa mengacu pada nilai-nilai dasar Sahabat Ansor, yakni sebagai penolong, pejuang, dan bahkan pelopor dalam menyiarkan, menegakkan, dan membentengi ajaran Islam. Inilah komitmen awal yang harus dipegang teguh setiap anggota ANO (GP Ansor).
Pada Muktamar NU ke-9 di Banyuwangi yang dipimpin oleh Kyai Saleh Lateng atau Kyai Saleh, tepatnya pada tanggal 10 Muharram 1353 H atau 24 April 1934 M, ANO diterima dan disahkan sebagai bagian (departemen) pemuda NU dengan pengurus antara lain: KH. Thohir Bakri sebagai Ketua, KH. Abdullah Ubaid sebagai Wakil Ketua, H. Achmad Barawi dan Abdus Salam sebagai Sekretaris.
Dalam perkembangannya secara diam-diam, khususnya ANO Cabang Malang mengembangkan organisasi gerakan kepanduan yang disebut BANOE (Barisan Ansor Nahdlatul Oelama) yang kini disebut BANSER (Barisan Serbaguna). Dalam Kongres II ANO di Malang tahun 1937, BANOE menunjukkan kebolehan pertama kalinya dalam baris-berbaris dengan mengenakan seragam dengan Komandan Moh. Syamsul Islam yang juga Ketua ANO Cabang Malang. Sedangkan instruktur umum Banoe Malang adalah Mayor TNI Hamid Roesdi. Salah satu keputusan penting Kongres II ANO di Malang tersebut adalah didirikannya BANOE di tiap cabang ANO. Selain itu, menyempurnakan Anggaran Rumah Tangga ANO terutama yang menyangkut soal BANOE.
Pada masa penjajahan Jepang, organisasi-organisasi pemuda diberangus oleh Jepang termasuk ANO. Kemudian tokoh ANO Cabang Surabaya, Moh. Chusaini Tiway mengemukakan ide untuk mengaktifkan kembali ANO dan mendapat respon positif dari KH. Wachid Hasyim (Menteri Agama RIS kala itu), maka pada tanggal 14 Desember 1949 lahir kesepakatan membangun kembali ANO dengan nama baru Gerakan Pemuda Ansor atau disingkat GP Ansor.
GP Ansor hingga saat ini telah berkembang sedemikan rupa menjadi organisasi kemasyarakatan pemuda di Indonesia yang memiliki watak kepemudaan, kerakyatan, keislaman, dan kebangsaan. GP Ansor hingga saat ini telah berkembang memiliki 433 Cabang (Tingkat Kabupaten/Kota) di bawah koordinasi 32 Pengurus Wilayah (Tingkat Provinsi) hingga ke tingkat desa. Ditambah dengan kemampuannya mengelola keanggotaan khusus BANSER (Barisan Ansor Serbaguna) yang memiliki kualitas dan kekuatan tersendiri di tengah masyarakat.

Di sepanjang sejarah perjalanan bangsa, dengan kemampuan dan kekuatan tersebut GP Ansor memiliki peran strategis dan signifikan dalam perkembangan masyarakat Indonesia. GP Ansor mampu mempertahankan eksistensi dirinya, mampu mendorong percepatan mobilitas sosial, politik dan kebudayaan bagi anggotanya, serta mampu menunjukkan kualitas peran maupun kualitas keanggotaannya. GP Ansor tetap eksis dalam setiap episode sejarah perjalan bangsa dan tetap menempati posisi dan peran yang stategis dalam setiap pergantian kepemimpinan nasional.
Daftar Ketua Umum
Adapun daftar Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor dari lahir hingga sekarang adalah :
NoNamaMasa Khidmat
1Thohir Bakri1934-1949
2Hamid Wijaya1949-1954
3Imron Rosyadi1954-1967
4Yahya Ubaid1967-1980
5A. Chalid Mawardi1980-1985
6Slamet Effendy Yusuf1985-1995
7M. Iqbal Assegaf1995-1999
8Saifullah Yusuf2000-2011
9Nusron Wahid2011-2016
10Yaqut Cholil Qoumas2016-2024
11Addin Jauharudin2024-Sekarang
Dari berbagai Sumber
Share:

"Jika pertemanan seseorang tidak memberimu manfaat maka jangan mengambil untung dengan memusuhinya". (Imam Syafi'i)

"Jangan jadikan pendapat sebagai sebab perpecahan dan permusuhan. Karena yang demikian itu merupakan kejahatan besar yang bisa meruntuhkan bangunan masyarakat, dan menutup pintu kebaikan di penjuru mana saja". (Hadratus Syekh K.H. Muh. Hasyim Asy'ari)

Terjemahkan

Tari Roddat Islami

Kutipan Kitab Kuning

Amalan Khusus

Launching Website

Sekapur Sirih Launchingnya ANWALIN.OR.ID - Website Baru Ansor Watulimo Online

SAMBUTAN KETUA PAC GP. ANSOR WATULIMO KABUPATEN TRENGGALEK   Assalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh Bismillaahirrahmaanirrahiim Alhamdul...