7/08/2025

Menjaga Identitas dan Marwah Organisasi: Pentingnya Memakai Seragam dalam Kegiatan Gerakan Pemuda Ansor


Dalam setiap organisasi, identitas menjadi salah satu unsur yang sangat penting untuk menunjukkan eksistensi dan karakter organisasi tersebut di tengah masyarakat. Begitu pula dengan Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor), organisasi kepemudaan di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU) yang memiliki sejarah panjang dalam menjaga keutuhan bangsa dan agama. Salah satu simbol identitas tersebut tercermin dari penggunaan seragam dan atribut organisasi dalam setiap kegiatan atau acara resmi.

1. Simbol Identitas dan Kebanggaan

Seragam GP Ansor bukan sekadar pakaian, melainkan simbol identitas dan kebanggaan sebagai bagian dari organisasi besar yang berkomitmen pada Islam Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ketika setiap anggota mengenakan seragam, mereka secara tidak langsung menampilkan wajah organisasi yang solid, terorganisir, dan berkomitmen.

Seragam juga menjadi pemersatu berbagai latar belakang anggota, menyatukan visi dan misi di bawah panji yang sama. Hal ini sangat penting dalam menjaga marwah organisasi agar tetap dihormati oleh masyarakat luas.

2. Meningkatkan Disiplin dan Rasa Tanggung Jawab

Dalam berbagai pelatihan, rapat, ataupun aksi sosial, pemakaian seragam mampu membangun mentalitas disiplin dan rasa tanggung jawab. Anggota yang mengenakan seragam akan lebih terdorong untuk bertindak sesuai dengan nilai dan norma organisasi, menjaga etika, serta mencerminkan sikap terpuji di depan umum.

Penggunaan atribut resmi juga membantu menciptakan kesan profesional dan tertib, sekaligus membedakan antara kegiatan organisasi dengan aktivitas non-formal lainnya.

3. Mempermudah Koordinasi dan Identifikasi

Dalam kegiatan yang melibatkan banyak peserta, seperti Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD), Bakti Sosial, atau Aksi Bela Negara, seragam dan atribut organisasi mempermudah proses koordinasi dan identifikasi anggota di lapangan. Keberadaan seragam memudahkan panitia, masyarakat, maupun aparat keamanan untuk mengenali peserta dari GP Ansor, sehingga meminimalisir potensi kesalahpahaman.

4. Membangun Citra Positif di Masyarakat

Seragam juga berperan dalam membangun citra positif organisasi di mata masyarakat. GP Ansor yang tampil kompak, rapi, dan berseragam akan lebih dihargai serta mampu menarik minat pemuda lain untuk bergabung. Ini sejalan dengan misi kaderisasi organisasi agar regenerasi kepemimpinan tetap terjaga dan berkelanjutan.

5. Sebagai Tanggung Jawab Moral terhadap Organisasi

Memakai seragam saat menghadiri kegiatan formal merupakan bentuk tanggung jawab moral dan penghormatan terhadap organisasi. Hal ini menunjukkan bahwa setiap kader memiliki kesadaran untuk menjaga kehormatan organisasi baik di internal maupun eksternal.

Kesimpulan

Memakai seragam atau atribut organisasi dalam setiap kegiatan Gerakan Pemuda Ansor bukan sekadar formalitas, tetapi merupakan manifestasi dari loyalitas, tanggung jawab, dan kecintaan terhadap organisasi. Setiap anggota perlu menyadari bahwa identitas organisasi bukan hanya ditunjukkan melalui tindakan, tetapi juga melalui simbol-simbol visual seperti seragam yang mencerminkan kekompakan, kedisiplinan, dan semangat perjuangan.


Referensi:

  1. Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga Gerakan Pemuda Ansor, Pimpinan Pusat GP Ansor.
  2. Hasyim, M. (2019). Membangun Karakter Kader di Era Globalisasi. Surabaya: LKiS Pelangi Aksara.
  3. Website Resmi Gerakan Pemuda Ansor: www.gp-ansor.or.id
  4. Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan.

Oleh : Tim Media Anwalin

Share:

Antara Keinginan dan Kemampuan: Keseimbangan yang Menentukan Keberhasilan

Dalam setiap organisasi, baik skala kecil maupun besar, pasti akan tiba masanya dihadapkan pada keputusan untuk melaksanakan suatu kegiatan di tengah keterbatasan sumber daya yang ada. Entah karena tekanan waktu, ekspektasi pemimpin, tuntutan administratif, atau sekadar gengsi organisasi, kegiatan yang seharusnya bisa menjadi ajang prestasi justru menjadi ajang kegagalan karena dipaksakan berjalan tanpa persiapan matang.

Fenomena ini bukan hal baru. Bahkan dalam dunia pemerintahan, pendidikan, sosial, maupun bisnis, sering kali terlihat bahwa kegiatan yang dipaksakan tanpa memperhitungkan kapasitas dan kapabilitas justru menimbulkan dampak negatif yang lebih besar daripada manfaat yang diharapkan.

Terdapat sebuah pepatah lama yang sangat relevan:
“Ridha manusia adalah tujuan yang takkan pernah tercapai, sedangkan ridha Allah adalah tujuan yang tak boleh ditinggalkan.”
Dalam konteks manajemen, pepatah ini dapat dimaknai bahwa kita tidak harus memaksakan sesuatu hanya untuk menyenangkan pihak luar, apalagi jika kondisi internal organisasi jelas-jelas belum siap.

Kehancuran yang Dimulai dari Ketidakjujuran Melihat Realita

Banyak pemimpin dan pengambil keputusan terjebak dalam euforia program kerja dan semangat mewujudkan visi misi tanpa memperhatikan realitas. Ketika sebuah kegiatan dipaksakan dengan sumber daya yang minim—baik anggaran, personel, fasilitas, maupun dukungan teknis—maka besar kemungkinan kegiatan tersebut hanya akan menjadi formalitas belaka.

Kegiatan yang dirancang tanpa kesiapan cenderung menghasilkan hasil yang jauh dari target. Bahkan lebih dari itu, bukan hanya tujuan yang gagal dicapai, tetapi juga menimbulkan kerugian yang kadang tak kasat mata: kelelahan anggota, menurunnya moral tim, kerusakan citra organisasi, bahkan potensi konflik internal. Ini adalah bentuk kehancuran yang perlahan tapi nyata.

Lebih celakanya lagi, dalam beberapa kasus, ada kecenderungan untuk menutupi kegagalan tersebut dengan pencitraan atau laporan manis. Ini menciptakan siklus kebohongan yang pada akhirnya memperburuk budaya organisasi. Seperti dikatakan oleh pakar manajemen Peter Drucker, “Culture eats strategy for breakfast”—sebaik apa pun strategi, jika budaya organisasi rapuh, hasilnya tak akan sesuai harapan.

Sumber Daya: Fondasi Utama Kegiatan yang Berhasil

Setiap kegiatan idealnya ditopang oleh tiga pilar utama: perencanaan yang matang, ketersediaan sumber daya, dan manajemen risiko. Tanpa salah satunya, kegiatan tersebut ibarat bangunan yang didirikan di atas pasir.

Sumber daya bukan hanya soal anggaran, tetapi juga kompetensi SDM, waktu, informasi, dan dukungan moral. Memaksakan kegiatan dengan dalih "yang penting terlaksana" tanpa mempertimbangkan apakah sumber daya mencukupi adalah sikap gegabah yang dapat merusak kepercayaan publik maupun internal.

Sebuah studi dari Project Management Institute (PMI) menunjukkan bahwa 39% proyek gagal mencapai tujuan karena perencanaan dan pengelolaan sumber daya yang buruk. Hal ini menunjukkan bahwa persoalan sumber daya bukan perkara sepele, melainkan menjadi kunci sukses sebuah kegiatan.

Belajar dari Kegagalan Besar: Kisah Pelajaran

Kita bisa belajar dari tragedi peluncuran pesawat ulang-alik Challenger pada 28 Januari 1986. Tekanan politik dan sosial memaksa NASA untuk tetap melaksanakan peluncuran meskipun para insinyur telah memperingatkan adanya cacat teknis. Akibatnya, tujuh astronot kehilangan nyawa. Ini menjadi salah satu pelajaran paling pahit bahwa memaksakan keputusan dalam kondisi tidak ideal berpotensi menghancurkan bukan hanya rencana, tetapi juga kehidupan.

Meski tidak semua kegiatan yang dipaksakan berujung tragis seperti kasus Challenger, namun dalam skala yang lebih kecil, konsekuensinya tetap merusak dan merugikan. Kegiatan pendidikan yang dipaksakan tanpa metode dan sumber daya bisa menciptakan generasi yang apatis. Kegiatan sosial yang dipaksakan bisa menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga. Kegiatan bisnis yang dipaksakan bisa menghancurkan reputasi dan membawa kerugian finansial.

Solusi: Bijak dalam Mengambil Keputusan

Apa yang seharusnya dilakukan?
Pertama, keberanian untuk mengatakan “tidak” ketika kondisi belum memungkinkan harus dimiliki oleh setiap pemimpin. Menunda bukan berarti gagal, justru bisa menjadi tanda bahwa organisasi memiliki kedewasaan manajemen.

Kedua, penting untuk selalu melakukan analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) sebelum menetapkan pelaksanaan kegiatan. Ini akan membantu menakar kesiapan dengan lebih rasional.

Ketiga, selalu utamakan komunikasi terbuka dan transparan. Jika ada kekurangan sumber daya, sampaikan dengan jujur kepada seluruh pemangku kepentingan. Sikap terbuka akan jauh lebih terhormat dibandingkan hasil buruk yang kemudian ditutup-tutupi.

Penutup

Pada akhirnya, memaksakan sebuah kegiatan tanpa kesiapan hanya akan memperbesar risiko kegagalan. Membangun budaya organisasi yang berani mengakui keterbatasan dan bersedia menunda hingga benar-benar siap adalah langkah bijak yang mencerminkan kedewasaan manajemen. Jangan sampai ambisi sesaat menghancurkan fondasi yang telah dibangun bertahun-tahun.


Referensi:

  1. Kerzner, H. (2017). Project Management: A Systems Approach to Planning, Scheduling, and Controlling. Wiley.

  2. PMI (Project Management Institute). (2017). A Guide to the Project Management Body of Knowledge (PMBOK® Guide)—Sixth Edition.

  3. Vaughan, D. (1996). The Challenger Launch Decision: Risky Technology, Culture, and Deviance at NASA. University of Chicago Press.

  4. Drucker, P. F. (1994). The Practice of Management. Harper Business.



Kontributor : Murdiyanto - (Ketua PAC GP. Ansor Watulimo)
Editor : Tim Media Anwalin PAC GP. Ansor Watulimo
.
Share:

Konferancab GP Ansor: Momentum Regenerasi, Konsolidasi, dan Penguatan Peran Kader di Era Perubahan


Konferensi Anak Cabang (Konferancab) Gerakan Pemuda Ansor adalah sebuah momen penting dan strategis dalam perjalanan organisasi kader muda Nahdlatul Ulama (NU) di tingkat kecamatan. Lebih dari sekadar ajang pergantian kepemimpinan, Konferancab adalah manifestasi dari nilai-nilai kaderisasi, regenerasi, dan konsolidasi organisasi yang menjadi ruh perjuangan GP Ansor.

Di tengah dinamika sosial-politik dan perubahan zaman yang begitu cepat, GP Ansor di tingkat akar rumput dihadapkan pada tantangan besar: bagaimana tetap relevan, adaptif, sekaligus konsisten menjaga prinsip Ahlussunnah wal Jama'ah dan keutuhan NKRI. Konferancab menjadi wadah untuk mempertegas komitmen tersebut dengan memilih pemimpin baru yang tidak hanya memiliki kapasitas dan kapabilitas, tetapi juga komitmen ideologis dan moral.

Momentum Konferancab harus dijadikan sebagai ajang refleksi dan evaluasi program kerja organisasi. Apakah kaderisasi berjalan efektif? Apakah kehadiran GP Ansor benar-benar berdampak bagi masyarakat sekitar? Apakah organisasi ini mampu menjawab tantangan zaman, seperti radikalisme, intoleransi, dan keterpurukan moral generasi muda? Pertanyaan-pertanyaan ini layak dijadikan bahan perenungan dalam setiap sidang dan pleno Konferancab.

Selain itu, Konferancab juga menjadi ruang untuk memperkuat jejaring dengan pemerintah, tokoh masyarakat, dan lembaga-lembaga lain. Hal ini penting agar GP Ansor bisa berkontribusi lebih besar dalam pembangunan masyarakat, tidak hanya dalam bidang keagamaan, tetapi juga sosial, pendidikan, ekonomi, dan budaya.

Sebagai organisasi yang mewarisi semangat jihad para ulama pendiri bangsa, GP Ansor harus tetap menjadi garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai Islam rahmatan lil alamin. Konferancab bukan hanya tentang siapa yang terpilih, tetapi lebih penting adalah bagaimana estafet perjuangan dan pengabdian tetap terjaga dan terus berlanjut.

Di era digital, GP Ansor juga harus mampu memanfaatkan teknologi dan media sosial untuk menyebarkan dakwah yang damai, menebarkan semangat toleransi, serta melawan hoaks dan ujaran kebencian yang merusak sendi-sendi kehidupan berbangsa. Regenerasi yang dihasilkan dari Konferancab harus mampu membaca zaman dan menghadirkan terobosan program yang relevan dan inovatif.

Akhirnya, Konferancab bukan sekadar rutinitas organisatoris, melainkan ruang suci yang mencerminkan wajah sejati GP Ansor: kader muda NU yang tangguh, berilmu, berakhlak, dan siap mengabdi demi kemaslahatan umat, bangsa, dan negara.


Referensi:

  1. Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga Gerakan Pemuda Ansor (PD-PRT GP Ansor)

  2. Khittah Nahdlatul Ulama 1926

  3. Zuhri, Saifuddin. Berangkat dari Pesantren. Jakarta: Gunung Agung, 1974.

  4. Shihab, Quraish. Wawasan Al-Qur'an: Tafsir Tematik atas Pelbagai Persoalan Umat. Mizan, 1998.

  5. Hasil Konferancab GP Ansor berbagai daerah (dokumentasi internal)



Kontributor : Murdiyanto (Ketua PAC GP. Ansor Watulimo)
Share:

7/06/2025

Kuatkan Kepedulian Sosial, GP. Ansor Dukuh Gelar Santunan Yatim, Piatu dan Dhuafa Sekaligus Majelis Dzikir dan Sholawat


Anwalin News; Dukuh, 5 Juli 2025 - Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda (GP) Ansor Desa Dukuh, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kepedulian sosial dengan menggelar kegiatan
Santunan Yatim, Piatu dan Dhuafa pada Sabtu malam Minggu, 5 Juli 2025. Kegiatan yang berlangsung di Masjid Nurul Iman RT. 21 RW. 06 Dusun Kajar, Desa Dukuh ini juga bersamaan dengan Rutinan Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor yang dilaksanakan setiap malam Ahad Wage.

Santunan yang menjadi agenda tahunan setiap bulan Muharram ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahim serta menumbuhkan semangat berbagi kepada sesama, khususnya kepada anak-anak yatim, piatu, dan kaum dhuafa di lingkungan Desa Dukuh.

Acara yang penuh khidmat tersebut dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, di antaranya Kepala Desa Dukuh Bapak Mulyani, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Atiq Dukuh Gus Dimyati Rofi’i yang juga sekaligus Penasehat GP. Ansor Ranting Dukuh, jajaran Syuriyah dan Tanfidziyah NU Ranting Dukuh, Fatayat NU, Muslimat NU, IPNU, IPPNU, para Takmir Masjid-Mushola se Desa Dukuh, serta jamaah Masjid setempat.

Dalam sambutannya, Ketua GP. Ansor Ranting Dukuh menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah wujud nyata dari semangat kepedulian sosial yang terus dijaga oleh Ansor dan Rijalul Ansor.

“GP. Ansor tidak hanya berjuang di bidang keagamaan dan kebangsaan, tapi juga harus hadir di tengah masyarakat dalam meringankan beban sesama. Santunan ini adalah ikhtiar kami agar keberkahan Muharram bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan,” tutur Ketua GP. Ansor Ranting Dukuh.

Sementara itu, Kepala Desa Dukuh, Bapak Mulyani, dalam sambutannya mengapresiasi langkah positif GP. Ansor yang rutin melaksanakan kegiatan santunan.

“Pemerintah Desa sangat mendukung kegiatan sosial keagamaan seperti ini. Kegiatan ini bukan sekadar seremonial, tetapi merupakan bentuk nyata kepedulian dan gotong royong yang harus terus dirawat agar Desa Dukuh selalu guyub dan rukun,” ujar Mulyani.


Hal senada juga disampaikan oleh Gus Dimyati Rofi’i, Pengasuh Ponpes Al-Atiq yang juga Penasehat GP. Ansor Desa Dukuh. Beliau menegaskan pentingnya memadukan dzikir, sholawat dan kepedulian sosial.

“Santunan ini adalah bagian dari implementasi ajaran Islam tentang kasih sayang dan kepedulian kepada yang lemah. Semoga kegiatan ini bukan hanya memberikan manfaat dunia, tetapi juga menjadi jalan menuju keselamatan di akhirat,” pesan Gus Dimyati.


Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan pembagian santunan kepada puluhan anak yatim, piatu, dan dhuafa yang tampak bahagia menerima perhatian dari masyarakat dan para dermawan. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai malam itu, membuktikan bahwa semangat solidaritas tetap hidup di tengah masyarakat Desa Dukuh.



Kontributor : Tim Media Anwalin - PAC GP. Ansor Watulimo
.
Share:

Ziarah Kubur, Wujud Bakti dan Doa Seorang Anak untuk Orang Tua dan Leluhur


Anwalin News, Gemaharjo, 4 Juli 2024Suasana khidmat dan haru menyelimuti Maqbaroh Sawah Kiran di Desa Gemaharjo, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek pada Ahad, 6 Juli 2024. Seorang anak melaksanakan ziarah kubur ke makam orang tua, kakek, nenek, adik, paman, dan para guru yang telah mendahului menghadap Ilahi.

Ziarah ini dilakukan sebagai bentuk bakti, penghormatan, dan penguatan doa untuk keluarga dan para guru yang semasa hidupnya telah berjasa besar dalam membimbing dan membesarkan. Dengan penuh kekhusyukan, sang anak melantunkan doa, tahlil, dan Surah Yasin, menghadiahkan pahala bacaan tersebut untuk para almarhum dan almarhumah yang dimakamkan di tempat itu.

Makna dan Hikmah Ziarah Kubur

Ziarah kubur bukan hanya tradisi turun-temurun, namun juga sarana untuk menguatkan iman dan mempererat hubungan batin dengan mereka yang telah meninggal dunia. Dalam ajaran Islam, ziarah kubur dianjurkan karena memiliki manfaat yang sangat besar, baik bagi yang berziarah maupun bagi yang diziarahi.

Beberapa hikmah dan manfaat ziarah kubur antara lain:

  1. Menguatkan Ingatan kepada Akhirat
    Ziarah kubur mengingatkan setiap insan bahwa kehidupan dunia ini fana dan bahwa setiap manusia pasti akan kembali kepada Allah SWT. Hal ini mendorong untuk memperbaiki diri dan memperbanyak amal shaleh.

  2. Mendoakan dan Menghormati Orang Tua serta Leluhur
    Mendoakan orang tua yang telah tiada merupakan wujud bakti yang tidak terputus. Doa anak shaleh adalah salah satu amal yang akan terus mengalir kepada mereka di alam kubur.

  3. Menumbuhkan Rasa Syukur dan Rendah Hati
    Dengan mengingat kematian, seseorang akan lebih mudah bersyukur atas nikmat hidup yang dimiliki, serta lebih rendah hati dalam menghadapi segala ujian dunia.

  4. Mempererat Silaturahmi Keluarga dan Lingkungan
    Ziarah kubur sering menjadi momen berkumpulnya keluarga, mempererat ikatan, dan menjaga nilai-nilai kebersamaan dalam masyarakat.

Anjuran Ziarah dalam Islam

Rasulullah SAW bersabda:
"Dulu aku melarang kalian berziarah kubur, maka sekarang berziarahlah kalian, karena sesungguhnya ziarah kubur itu dapat mengingatkan kalian kepada kematian."
(HR. Muslim)

Ziarah bukan sekadar mengenang mereka yang telah pergi, tetapi juga sebagai cermin diri bahwa hidup di dunia hanyalah sementara, dan setiap manusia kelak akan menempuh perjalanan yang sama.

Penutup

Ziarah kubur yang dilakukan pada Ahad, 6 Juli 2024 ini menjadi wujud cinta, hormat, dan doa kepada para pendahulu, sekaligus menjadi pengingat bagi yang masih hidup untuk senantiasa memperbaiki amal, memperbanyak kebaikan, dan menjaga keimanan hingga akhir hayat.

Semoga kegiatan ini membawa keberkahan bagi semua dan menjadi amal shaleh yang diterima oleh Allah SWT.



Oleh : @MYANTO.ID
Share:

Sinergi Tiga Matra: Kaderisasi, Rijalul Ansor, dan Kebanseran Jadi Kunci Penguatan Organisasi Ansor

Anwalin News, Trenggalek, 5 Juli 2025 — Penguatan sinergi antar bidang dalam tubuh Gerakan Pemuda Ansor menjadi salah satu materi penting dalam kegiatan Sekolah Administrasi, Upgrading Kaderisasi, dan Akreditasi yang diselenggarakan oleh PC GP. Ansor Trenggalek di Gedung Bhawarasa Pemkab Trenggalek.

Materi dengan tema “Konsep Sinergi Antar Bidang (3 Matra)” ini disampaikan oleh Sahabat Khoirul Mubtadiin, Wakil Sekretaris PW GP. Ansor Jawa Timur Bidang Kaderisasi, dengan pengantar dari Sahabat Zaenudin. Ketiga matra yang dimaksud meliputi Kaderisasi, Majelis Dzikir dan Sholawat (MDS) Rijalul Ansor, serta Kebanseran yang kesemuanya berporos pada tiga pilar utama: intelektual, spiritual, dan militansi.

Ketiga matra ini adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Kaderisasi mengasah intelektual dan manajerial, MDS Rijalul Ansor memperkuat spiritualitas, dan Banser menjaga semangat militansi. Ketika ketiganya berjalan beriringan, maka organisasi akan kokoh, mandiri, dan terus tumbuh,” tegas Khoirul Mubtadiin di hadapan ratusan peserta.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan organisasi tidak hanya ditentukan oleh seberapa banyak jumlah kader, tetapi juga oleh kualitas keilmuan, kedalaman spiritual, dan loyalitas pengabdian kadernya. “Jangan sampai ada ego sektoral antar bidang. Sinergi dan kolaborasi adalah kunci agar kader Ansor tetap relevan dan bermanfaat bagi masyarakat,” lanjutnya.

Sahabat Zaenudin dalam pengantarnya juga menekankan pentingnya para kader memahami posisi dan peran masing-masing agar dapat saling menguatkan, bukan saling bersaing.

Para peserta yang terdiri dari kader-kader GP. Ansor dari berbagai kecamatan di Trenggalek tampak antusias mengikuti materi. Salah satu peserta, Sahabat Murdiyanto dari PAC Ansor Watulimo, mengaku mendapatkan pemahaman baru yang mencerahkan. “Materi ini membuka wawasan kami tentang bagaimana setiap bidang di Ansor saling melengkapi, bukan berjalan sendiri-sendiri. Ini akan kami bawa ke tingkat PAC agar program-program semakin terarah dan solid,” ungkapnya.

Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum penyegaran dan akselerasi kaderisasi yang berbasis nilai-nilai Aswaja An-Nahdliyah dan komitmen keindonesiaan.


Oleh : Tim Media Anwalin - PAC GP. Ansor Watulimo

Share:

7/05/2025

Ansor Trenggalek Gelar Sekolah Administrasi, Upgrading Kaderisasi, dan Akreditasi di Gedung Bhawarasa

Anwalin News, Trenggalek — Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (PC GP) Ansor Trenggalek sukses menyelenggarakan kegiatan Sekolah Administrasi, Upgrading Kaderisasi, dan Akreditasi pada Sabtu, 5 Juli 2025, bertempat di Gedung Bhawarasa Pemkab Trenggalek.

Kegiatan yang mengusung tema “Membangun Administrasi yang Tertib, Mencetak Kader Berkualitas Menuju Organisasi Profesional” ini dihadiri langsung oleh Ketua Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Jawa Timur, H. Musaffa Safril, Sekretaris PW Dr. Muhammad Sukur, M.Pd., Bidang Organisasi, Bidang Kaderisasi, dan Bidang Akreditasi. Turut hadir jajaran Pengurus Harian PC GP Ansor Trenggalek serta delegasi dari seluruh PAC GP Ansor se-Kabupaten Trenggalek, yang terdiri dari Ketua, Wakil Ketua Bidang Kaderisasi, Ketua MDS Rijalul Ansor, Kasatkoryon, dan Sekretaris PAC.

Dalam sambutannya, Ketua PW GP Ansor Jawa Timur, H. Musaffa Safril, menegaskan pentingnya penguatan organisasi melalui administrasi yang tertib dan kaderisasi yang berkelanjutan.

“Organisasi besar tidak hanya bicara tentang jumlah, tetapi juga tentang kerapian administrasi, kualitas kaderisasi, dan akreditasi yang terukur. Ini adalah bagian dari upaya kita membangun Ansor yang kuat dan mandiri,” ungkap H. Musaffa Safril.

Beliau juga menambahkan bahwa tema kegiatan sangat relevan dengan kebutuhan organisasi saat ini.

“Tema kegiatan ini Membangun Administrasi yang Tertib, Mencetak Kader Berkualitas Menuju Organisasi Profesional harus menjadi semangat kita bersama. Kader yang baik harus didukung oleh administrasi yang tertib agar organisasi bisa berjalan profesional dan akuntabel,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, H. Musaffa Safril juga menekankan pentingnya peran branding dan kehumasan organisasi. Menurutnya, citra organisasi sepenuhnya terletak di tangan para pimpinan.

“Branding dan humas organisasi itu ada di pimpinannya. Bagaimana pimpinan menampilkan diri, berbicara, bersikap, itulah wajah organisasi di mata publik,” ujarnya.

Lebih lanjut, beliau menyoroti peran strategis media dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) dalam membangun citra organisasi.

“Selain itu, wajah organisasi juga ada di media dan LBH. Bagaimana kita memanfaatkan media dengan baik dan memiliki LBH yang responsif akan sangat menentukan bagaimana GP Ansor dilihat oleh masyarakat luas,” tambahnya.


Ketua PC GP Ansor Trenggalek juga menyampaikan harapannya agar kegiatan ini mampu meningkatkan kapasitas dan pemahaman para kader di tingkat cabang maupun PAC.

“Kegiatan ini diharapkan melahirkan pemahaman yang sama dalam tata kelola organisasi, mulai dari administrasi, kaderisasi hingga akreditasi. Dengan demikian, seluruh elemen PAC bisa berjalan seragam dan selaras,” ujarnya.

Agenda kegiatan meliputi tiga Rembuk:

  1. Rembuk I: Konsep Sinergi 3 Matra dalam Kederisasi
  2. Rembuk II: Bedah PO, Pedoman dan Tata Cara Pengajuan Surat Pengesahan Kepengurusan dan Tata Cara Surat Menyurat
  3. Rembuk III: Pedoman Akreditasi Organisasi

Semangat dan antusiasme peserta mewarnai jalannya acara yang dibuka secara resmi oleh Ketua PW GP Ansor Jawa Timur, sebagai wujud komitmen Ansor dalam memperkuat struktur dan manajemen organisasi di semua tingkatan.


Oleh : Tim Media Anwalin - PAC GP. Ansor Watulimo

.

Share:

"Jika pertemanan seseorang tidak memberimu manfaat maka jangan mengambil untung dengan memusuhinya". (Imam Syafi'i)

"Jangan jadikan pendapat sebagai sebab perpecahan dan permusuhan. Karena yang demikian itu merupakan kejahatan besar yang bisa meruntuhkan bangunan masyarakat, dan menutup pintu kebaikan di penjuru mana saja". (Hadratus Syekh K.H. Muh. Hasyim Asy'ari)

Terjemahkan

Tari Roddat Islami

Kutipan Kitab Kuning

Amalan Khusus

Launching Website

Sekapur Sirih Launchingnya ANWALIN.OR.ID - Website Baru Ansor Watulimo Online

SAMBUTAN KETUA PAC GP. ANSOR WATULIMO KABUPATEN TRENGGALEK   Assalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh Bismillaahirrahmaanirrahiim Alhamdul...