8/06/2024

Bagian Kedua; Menghindari Maksiat


القسم الثاني القول في اجتناب المعاصى
توطئة
اعلم ان للدين شطرين، أحدهما: ترك المناهي، والآخر: فعل الطاعات.. وترك المناهي هو الأشد؛ فإن الطاعات يقدر عليها كل واحد، وترك الشهوات لا يقدر عليه إلا الصديقون،

فلذلك قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: (المهاجر من هجر السوء، والمجاهد من جاهد هواه) .
واعلم أنك إنما تعصي الله بجوارحك، وهي نعمة من الله عليك وأمانة لديك، فاستعانتك بنعمة الله على معصيته غاية الكفران، وخيانتك في أمانة استودعها الله غاية الطغيان؛ فأعضاؤك رعاياك، فانظر كيف ترعاها؛ فكلكم راع، وكلكم مسؤول عن رعيته.
واعلم أن جميع أعضائك ستشهد عليك في عرصات القيامة بلسان طلق ذلق، تفضحك به على رؤوس الخلائق، قال الله تعالى: (يوم تشهد عليهم ألسنتهم وأيديهم وأرجلهم بما كانوا يعملون) ، وقال الله تعالى: (اليوم نختم على افواههم وتكلمنا أيديهم وتشهد أرجلهم بما كانوا يكسبون) . فاحفظ يا مسكين جميع بدنك من المعاصى، وخصوصا أعضاءك السبعة؛ فإن جهنم لها سبعة أبواب لكل باب منهم جزء مقسوم، ولا يتعين لتلك الابواب إلا من عصا الله تعالى بهذه الاعضاء السبعة، وهي: العين، والأذن، واللسان، والبطن، والفرج، واليد، والرجل.

آداب العين
أما العين: فإنما خلقت لك لتهتدي بها في الظلمات، وتستعين بها في الحاجات، وتنظر بها إلى عجائب ملكوت الأرض والسموات، وتعتبر بما فيها من الآيات؛ ن فاحفظها عن أربع: أن تنظر بها إلى غير محرم، أو إلى صورة مليحة ولا بشهوة نفس، أو تنظر بها إلى مسلم بعين الاحتقار، أو تطلع بها على عيب مسلم.

آداب الأذن
وأما الأذن: فاحفظها عن أن تصغي بها إلى البدعة، أو الغيبة، أو الفحش، أالخوض في الباطل، أو ذكر مساوىء الناس؛ فإنما خلقت لك لتسمع بها كلام الله تعالى، وسنة رسول الله صلى الله عليه وسلم، وحكمة أوليائه، وتتوصل باستفادة العلم بها إلى الملك المقيم والنعيم الدائم في جوار رب العالمين. فإذا أصغيت بها إلى شيء من المكاره صار ما كان لك عليك، وانقلب ما كان سبب فوزك سبب هلاكك، وهذا غية الخسران. ولا تظن أن الإصم يختص به القائل دون المستمع؛ ففي الخبر: (أن المستمع شريك القائل وهو أحد المغتابين) .
آداب اللسان وأما اللسان: فإنما خلق لتكثر به ذكر الله تعالى وتلاوة كتابه، وترشدن به خلق الله تعالى إلى طريقه، وتظهر به ما في ضميرك من حاجات دينك ودنياك. فإذا استعملته في غير ما خلق له، فقد كفرت نعمة الله تعالى فيه، وهو أغلب أعضائك عليك وعلى سائر الخلق، ولا يكب الناس في النار على مناخرهم إلا حصائد ألسنتهم.

فاستظهر عليه بغاية قوتك حتى لا يكبك في قعر جهنم، ففي الخبر: (إن الرجل ليتكلم بالكلمة ليضحك بها أصحابه فيهوي بها في قعر جهنم سبعين خريفا) ، وروى أنه قتل شهيد في المعركة على عهد رسول الله صلى الله عليه وسلم فقال قائل: ن هنيئا له الجنة، فقال: صلى الله عليه وسلم: (وما يدريك لعله كان يتكلم فيما لا يعنيه، ويبخل بما لا يغنيه)



Ketahuilah, bahwa agama Islam terdiri atas dua bagian: meninggalkan apa yang dilarang dan melakukan amal ketaatan. Meninggalkan apa yang dilarang jauh lebih sulit karena melakukan amal ketaatan dapat di­lakukan setiap orang, sedangkan meninggalkan syahwat hanya bisa diwujudkan oleh mereka yang tergolong shid­diqun. Oleh karena itu, Rasulullah SAW. bersabda, “Orang yang berhijrah adalah yang meninggalkan keburukan, sedangkan orang yang berjihad adalah yang berjuang melawan hawa nafsunya.” Ketahuilah bahwa ketika engkau bermaksiat sesungguhnya engkau melakukan maksiat tersebut dengan anggota badanmu padahal ia merupakan nikmat dan amanat Allah yang diberikan kepadamu. Mempergunakan nikmat Allah dalam rang­kat bermaksiat kepada-Nya adalah puncak kekufuran. Dan berkhianat terhadap amanat yang dititipkan Allah kepadamu betul-betul merupakan perbuatan yang me­lampaui batas. Anggota badanmu adalah rakyat atau gembalaanmu, maka perhatikan dengan baik bagaimana kamu menggembalakan mereka. Masing-masing kalian adalah pemimpin dan setiap pemimpin bertanggung ja­wab atas yang dipimpinnya. Sadarlah bahwa semua anggota badanmu akan menjadi saksi atasmu pada hari kiamat dengan lidah yang fasih. Ia akan menyingkap rahasiamu di hadapan semua makhluk. Allah Swt. berfirman, “Pada hari dimana lidah, tangan, dan kaki mereka menjadi saksi atas perbuatan yang kalian lakukan” (Q.S. an-Nur: 24) Allah Swt berfirman, “Pada hari ini, Kami tutup mulut mereka sedangkan tangan mereka berbicara pada Kami dan kaki mereka menjadi saksi atas apa yang mereka kerjakan” (Q.S. Yasin: 65).

Oleh karena itu, peliharalah semua anggota badanmu dari maksiat, khususnya tujuh anggota badanmu karena neraka Jahannam memiliki tujuh pintu. Masing-masing mereka mempunyai bagian tersendiri. Yang masuk ke dalam pintu-pintu neraka Jahannam itu adalah mereka yang bermaksiat kepada Allah Swt. dengan tujuh anggota badan tersebut, yaitu mata, telinga, lidah, perut, kemaluan, tangan, dan kaki.

Adab Mata

Mata diciptakan agar bisa memberi petunjuk padamu di waktu gelap, agar bisa kau pergunakan pada saat diperlukan, agar dengannya engkau melihat semua keajaiban langit dan bumi, dan agar engkau bisa mengambil pelajaran dari tanda-tanda kekuasaan-Nya. Maka dari itu, peliharalah matamu itu dari empat hal: melihat yang bukan mahram-nya, melihat gambar bagus dengar syahwat, melihat seorang muslim dengan pandangan meremehkan, serta melihat aib seorang muslim.

Adab Telinga

Adapun telinga, maka peliharalah ia agar tidak mendengar bidah, gibah, perkataan keji, takut pada kebatilan, atau kejelekan orang. Telinga tersebut diciptakan untukmu agar engkau bisa mendengar kalam Allah Swt, sunah Rasulullah Saw, dan kata hikmah para wali serta agar engkau bisa mempergunakannya untuk bisa menggapai surga yang penuh kenikmatan, kekal abadi di sisi Tuhan Penguasa alam semesta. Jika engkau mempergunakan telinga tersebut pada sesuatu yang dibenci ia akan menjadi beban atau musuh bagimu. Begitu pula ia akan berbalik arah dari yang seharusnya bisa mengantarkanmu menuju kesuksesan, menjadi mengantarkanmu menuju kehancuran. Ini benar-benar merupakan kerugian. Jangan engkau mengira bahwa dosanya hanya dibebankan kepada si pembicara, sedangkan si pende­ngar terbebas dari dosa. Karena, dalam riwayat disebut­kan, pendengar adalah sekutu bagi yang berbicara. Ia adalah salah satu pihak dari dua orang yang sedang bergibah (bergunjing).

Adab Lisan

Adapun lisan (mulut), maka ia diciptakan agar dengannya engkau bisa banyak berzikir kepada Allah Swt, mem­baca Kitab Suci-Nya, memberi petunjuk kepada makh­luk Allah lainnya, serta mengungkapkan kebutuhan agama dan duniamu yang tersimpan dalam hati. Apa­bila engkau mempergunakannya bukan pada tujuan yang telah digariskan berarti engkau telah kufur terhadap nik­mat Allah Swt. Lidah merupakan anggota badanmu yang paling dominan. Tidaklah manusia diceburkan ke dalam api neraka melainkan sebagai akibat dari apa yang di­lakukan oleh lidah. Maka peliharalah ia dengan semua kekuatan yang kau miliki agar ia tidak menjerumuskan­mu ke dalam dasar neraka. Sebuah riwayat menyebut­kan, “Sesungguhnya seseorang berbicara dengan satu kata yang dengannya ia ingin membuat teman-teman­uya tertawa, namun karena itu ia jatuh ke dasar neraka selama tujuh puluh musim.” Dalam riwayat lain dise­butkan bahwa ada seorang syahid yang terbunuh di da­lam peperangan pada masa Rasulullah Saw. Lalu sese­orang berkata, “Selamat baginya yang telah memperoleh surga!” Tapi Rasul Saw. kemudian bersabda, “Dari mana engkau tahu? Barangkali ia pernah mengatakan sesuatu yang tak berguna dan bakhil terhadap sesuatu yang takkan pernah mencukupinya.

------
Dikutip dari : Kitab Bidayatul Hidayah
Karya : Imam Al-Ghazali

Oleh : Murdiyanto
Ketua PAC GP. Ansor Watulimo
Masa Khidmah : 2018-2025 (4 Periode)
Share:

7/18/2024

Doa Mohon Rumah Tangga Berkah


Setiap pasangan suami istri pasti menginginkan keluarga dan rumah tangga yang dijalaninya selalu dalam kebahagiaan, ketenteraman, selalu rukun dan tidak terpisahkan. Banyak pelajaran penting yang diberikan oleh para ahli dalam mengusahakan terciptanya keluarga idaman yang demikian.   

Namun demikian, bagi seorang Muslim usaha dan cara-cara lahiriah tentunya belum cukup untuk mewujudkan cita-cita itu. Sebagaimana diketahui bahwa kebahagiaan, kedamaian, ketenteraman dan hidup saling rukun merupakan urusan hati. Dan kita ketahui bahwa hati setiap manusia ada di dalam genggaman Allah. Ia dapat dengan mudah dibolak-balikkan oleh-Nya.

Karenanya untuk mencapai semua itu mesti ada campur tangan Allah. Secara lahir usaha-usaha tertentu perlu dilakukan demi terciptanya keluarga yang penuh dengan kebahagiaan. Secara batiniah doa-doa perlu dipanjatkan kepada Allah untuk mewujudkan rumah tangga yang bahagia penuh dengan keberkahan.

Redaksi doa ini diriwayatkan Imam ath-Thabrani sebagaimana dikutip dalam kitab "al-Mushannaf' karya Abdur Razaa bin Hammam ash-Shan'ani (Beirut: al-Maktab al-lslami, 1983,juz V,h. 191)- Doa ini bagus dibaca tiap kali memasuki rumah atau berjumpa anggota keluarga.

#nahdlatululama #nuonline_id #doa #doanuonline #doayangbaikbaik #pasutri #berkah
Share:

7/17/2024

Bagian 4 : Adab Shalat Jum'at


04. Adab Shalat Jum’at

Ketahuilah bahwa Jum’at merupakan hari raya bagi orang-orang yang beriman. Ia merupakan hari mulia yang khusus diperuntukkan Allah bagi umat ini. Di da­lamnya ada saat-saat penting yang apabila seorang muk­min meminta kebutuhannya kepada Allah SWT, pasti Allah akan mengabulkan. Oleh karena itu, persiapkan­lah dirimu untuk menghadapi hari raya tersebut semen­jak hari Kamis dengan cara membersihkan pakaian dan banyak bertasbih dan istigfar pada Kamis petang (sore)-nya, karena keutamaan saat itu sama dengan keutamaan hari Jumat. Berniatlah untuk berpuasa untuk hari Jumat. Te­tapi harus dengan hari Kamis atau hari Sabtu, tidak boleh dikerjakan pada hari Jumat saja.

Jika subuh telah tiba, mandilah dengan niat mandi Jumat karena mandi pada hari Jumat hukumnya sunah muakkad. Kemudian berhiaslah dengan memakai pakai­an putih karena itulah pakaian yang paling dicintai Allah Swt, lalu pakailah parfum yang paling wangi yang ka­mu miliki, dan bersihkan badanmu dengan bercukur rambut, menggunting kuku, bersiwak, dan yang lainnya, kemudian segeralah bergegas menuju mesjid dan berjalanlah dengan perlahan dan tenang. Nabi Saw. ber­sabda, “Siapa yang pergi untuk salat Jumat di waktu yang pertama seakan-akan ia telah berkurban unta, si­apa yang pergi pada waktu kedua seakan-akan ia ber­kurban sapi betina, siapa yang pergi di waktu ketiga, seakan-akan ia berkurban kambing kibas, siapa yang pergi di waktu ke empat seakan-akan ia berkurban ayam, siapa yang pergi di waktu kelima seakan-akan ia ber­kurban telur. Jika imam sudah keluar atau naik mim­bar, maka lembaran-lembaran itu pun dilipat dan pena­-pena diangkat, sementara para malaikat berkumpul di mimbar untuk mendengarkan zikir / peringatan.”


Disebutkan bahwa kedekatan manusia dalam pan­dangan Allah SWT, bergantung pada cepatnya mereka menuju salat Jumat. Kemudian, apabila engkau berada di mesjid, usahakan untuk berada di shaf yang pertama. Jika manusia sudah banyak berkerumun, jangan mele­wati pundak mereka dan jangan pula lewat di hadapan mereka yang sedang salat. Duduklah dekat tembok agar mereka tidak lewat di depanmu. Sebelum itu lakukan­lah salat tahiyyatul masjid. Lebih baik lagi, kalau engkau salat sebanyak empat rakaat. Dalam setiap rakaat, sete­lah membaca surat al-Fatihah, engkau membaca surat al-­Ikhlas sebanyak lima puluh kali. Disebutkan dalam satu riwayat bahwa siapa yang melakukan amalan tersebut, ia tidak akan meninggal dunia sampai melihat tempat du­duknya di surga atau hal itu diperlihatkan padanya. Jangan sampai engkau meninggalkan salat tahiyyatul masjid walaupun imam sedang berkhotbah. Disunahkan agar dalam empat rakaat itu engkau membaca surat al-­An’am, surat al-Kahfi, surat Thaha, dan surat Yasin. Jika tidak mampu, engkau bisa membaca surat Yásin, surat ad-Dukhan’ , surat Alif Lam Mim, as-Sajadah, dan surat al-Mulk. Sebaiknya engkau membaca surat tersebut pa­da malam Jumat karena di dalamnya banyak sekali ke­utamaan. Siapa yang tak bisa, perbanyaklah membaca surat al-Ikhlas.

Perbanyaklah membaca salawat atas Rasulullah SAW. khususnya pada hari tersebut. Manakala imam atau khatib sudah naik mimbar, berhentilah dari salat dan berbicara. Sibukkan dirimu dengan menjawab panggilan azan serta dengan mendengarkan khotbah dan ceramah. Sama sekali tak boleh berbicara ketika khatib sedang berkhotbah. Dalam riwayat disebutkan, “Siapa yang ber­kata kepada temannya, `Diamlah” saat imam berkhot­bah maka ia telah berbuat sia-sia. Dan siapa yang ber­buat sia-sia, maka ia tak mendapat keutamaan Jumat.” itu karena perintah diam itu sendiri berbentuk ucapan. Sebaiknya larangan diberikan dalam bentuk isyarat, bu­kan dengan kata-kata.

Lalu ikutilah perbuatan imam seperti telah disebut­kan sebelumnya. Apabila telah selesai, sebelum berbi­cara bacalah surat al-Fatihah, surat al-Ikhlas, surat al‑Falaq dan surat an-Naas, masing-masing tujuh kali. Itu akan melindungimu dari Jumat ke Jumat, juga akan menjagamu dari setan. Setelah itu, bacalah:
“Allahumma yaa ghaniyy yaa hamiid yaa Mubdii yaa mu’iid yaa rahiimi yaa waduud aghninii bihalalika ‘an haramika bi fadhlika ‘an ma’shiyatika wabifadhlika ‘amman siwaak.”

“Ya Allah wahai Zat Yang Mahakaya, Maha Terpuji, Maha Memulai, Maha Mengembalikan, Maha Penya­yang, dan Maha Pemberi. Berilah kecukupan padaku dengan yang halal bukan yang haram; dengan taat, bu­kan maksiat; dan dengan karunia-Mu, bukan selain-Mu.”

Setelah itu, lakukanlah salat dua rakaat atau enam rakaat yang dilakukan dengan dua-dua. Semua itu ter­dapat dalam riwayat yang berasal dari Rasulullah Saw. dalam kondisi yang berbeda-beda.

Kemudian menetaplah di mesjid sampai waktu maghrib atau asar. Hendaknya engkau selalu memperhatikan waktu yang mulia. Sebab, waktu mulia tersebut terdapat sepanjang hari itu, tapi tidak ditentukan secara pasti. Mudah-mudahan engkau memperolehnya ketika sedang berada dalam kondisi yang khusyuk dan tunduk kepa­da Allah SWT. Selama di mesjid, jangan engkau mende­kati majelis cerita dan kisah. Tapi, hendaknya engkau menghampiri majelis yang berisi ilmu yang bermanfaat. Majelis itulah yang bisa membuatmu lebih takut kepada Allah dan membuatmu kurang cinta pada dunia. Jika suatu ilmu tak mampu mengajakmu untuk meninggal­kan dunia menuju akhirat, maka lebih baik tak usah mengetahui ilmu tersebut. Berlindunglah kepada Allah dari ilmu yang tak bermanfaat.

Perbanyaklah berdoa ketika matahari terbit, tergelin­cir, dan terbenam, ketika khatib naik mimbar, dan ke­tika orang-orang berdiri untuk menunaikan salat, karena kemungkinan besar itulah waktu-waktu yang mulia.

Berusahalah untuk bersedekah semampumu pada hari tersebut walaupun sedikit. Dengan demikian, eng­kau telah mengumpulkan antara salat, puasa, sedekah, membaca Alquran, zikir, dan iktikaf. Jadikan hari ter­sebut sebagai waktu yang khusus kau peruntukkan bagi akhiratmu ; barangkali is menjadi penebus dosa bagi hari-hari lainnya dalam seminggu.


------
Dikutip dari : Kitab Bidayatul Hidayah
Karya : Imam Al-Ghazali

Oleh : Murdiyanto
Ketua PAC GP. Ansor Watulimo
Masa Khidmah : 2018-2025 (4 Periode)
Share:

7/13/2024

Bagian 3 : Adab Menjadi Imam


Seorang imam hendaknya meringankan salat. Anas bin Malik r.a. berkata, “Aku tidak melakukan salat di belakang seorang pun yang lebih ringan dan lebih sem­purna salatnya dari pada salat Rasulullah Saw.”


Seorang imam hendaknya tidak bertakbir sebelum muazin membacakan iqamah dan sebelum shaf salat lu­rus sempurna. Ia harus meninggikan suara ketika ber­takbir, sementara makmum tidak meninggikan suara kecuali sebatas yang bisa ia dengar sendiri. Imam harus berniat menjadi imam guna memperoleh keutamaan. Ji­ka sang imam tak berniat, salat para jamaah tetap sah apabila mereka telah berniat mengikutinya. Mereka ju­ga memperoleh pahala bermakmum. Imam tidak boleh menyaringkan bacaan iftitah dan ta’awudz sebagaimana dalam salat sendirian. Tapi ia menyaringkan bacaan al­-Fatihah dan surat sesudahnya dalam salat-salat subuh, serta dalam dua rakaat pertama magrib dan isya. Dalam salat jahar (yang dibaca secara keras), makmum menya­ringkan ucapan amin dengan bersama-sama imam, bu­kan sesudah imam. Lalu, imam diam sejenak setelah membaca surat al-Fatihah. Di saat itulah makmum membaca surat al-Fatihah agar sesudahnya ia bisa men­dengarkan bacaan imam. Pada salat jahar, makmum ti­dak membaca surat kecuali jika ia tidak mendengar su­ara imam. Hendaknya seorang imam tidak membaca tasbih dalam rukuk dan sujud lebih dari tiga kali dan juga tidak memberikan tambahan dalam tasyahud awal setelah membaca salawat kepada Nabi. Pada dua rakaat terakhir, imam cukup membaca surat al-Fatihah, tidak usah menambah-nambahnya lagi. Juga ketika tasyahud akhir imam cukup membaca tasyahud dan salawat ke­pada Rasulullah Saw. Ketika bersalam, imam hendaknya berniat memberikan salam kepada semua jamaah se­dangkan jamaah atau makmum dengan salamnya berniat menjawab salam imam. Setelah itu imam berdiam se­bentar dan menghadap kepada para jamaah. Jika yang ada di belakangnya adalah para wanita, maka ia tidak usah menoleh sampai mereka bubar. Hendaknya mak­mum tidak berdiri sampai imam berdiri, lalu imam per­gi entah ke arah kanan atau tapi lebih baik ke arah kanan.


Imam tidak boleh berdoa untuk dirinya sendiri da­lam membaca qunut subuh tapi hendaknya ia meng­ucapkan Allahumma ihdina (Ya Allah, tunjukkan kami) dengan suara nyaring, sedangkan para makmum mengamininya tanpa mengangkat tangan mereka ka­rena hal itu tak terdapat dalam riwayat. Selebihnya makmum membaca sendiri sisa dari doa qunut tersebut, yakni dimulai dari Innaka la yaqdhi wa la yuqdha ‘alaika. Makmum tidak boleh berdiri sendirian secara terpisah, Ia harus masuk ke dalam barisan atau menarik orang lain untuk membuat barisan dengannya. Makmum tak boleh berdiri di depan iman, mendahului, atau bergerak secara bersamaan dengan gerakan imam. Tapi, Ia harus melakukannya sesudah imam. Ia tak boleh ru­kuk kecuali setelah imam sempurna dalam posisi rukuk. Begitu pun, ia tak boleh sujud selama dahi imam belum sampai di tanah.


------
Dikutip dari : Kitab Bidayatul Hidayah
Karya : Imam Al-Ghazali

Oleh : Murdiyanto
Ketua PAC GP. Ansor Watulimo
Masa Khidmah : 2018-2025 (4 Periode)
Share:

Open Recrutmen Calon Peserta Diklatsar Banser dan Denwanser Satkoryon Watulimo Tahun 2024



Barisan Ansor Serbaguna (Banser) sebagai tenaga inti Gerakan Pemuda Ansor memiliki tanggung jawab yang besar dalam melakukan perannya sebagai kader penggerak, pengemban dan pengaman program-program sosial kemasyarakatan baik yang dilakukan GP Ansor maupun oleh Nahdlatul Ulama.

Jati diri sebagai sosok personil yang memiliki kualifikasi khusus harus dapat ditunjukkan dalam setiap gerak dan langkahnya dalam melaksanakan fungsi dan perannya dengan dedikasi yang tinggi, memiliki pola pikir realistis dan matang, mampu menfasilitasi terwujudnya cita-cita GP Ansor dan kemaslahatan bagi masyarakat, Nusa dan Bangsa.
Untuk mewujudkan kualifikasi dan kompetensi Kader/Anggota, Satkoryon Banser dan Denwanser PAC GP. Ansor Watulimo Kabupaten Trenggalek akan melaksanakan Kaderisasi dalam bentuk Pendidikan dan Pelatihan Dasar (DIKLATSAR) yang akan dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut :
---------------------------------
Pelaksanaan
  • Hari : Jum'at s.d. Ahad
  • Tanggal : 9 - 11 Agustus 2024
  • Waktu : Pukul 07.30 WIB - selesai
  • Tempat : Balai Desa Ngembel, Kec. Watulimo, Kab. Trenggalek

Persyaratan Peserta :
  1. Berusia minimal 20 tahun dan maksimal 60 tahun dalam kondisi sehat jasmani & rohani
  2. Beragama Islam berfaham Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah
  3. Mengisi Formulir Pendaftaran baik Online maupun Offline
  4. Kontribusi Peserta Rp. 125.000 (internal PAC Watulimo) dan Rp. 150.000 (eksternal PAC Watulimo)
  5. Menyerahkan Foto Copy KTP / Kartu Keluarga (KK) 2 lembar
  6. Menyerahkan Foto ukuran 3 x 4 cm begron merah 2 lembar
  7. Menyerahkan Surat Rekomendasi dari Pimpinan Ranting (untuk internal PAC Watulimo) dan Rekom PAC/PC (untuk eksternal)
  8. Mengisi Surat Pernyataan Kesediaan mengikuti Diklat mulai dari awal hingga selesainya pelatihan.
  9. Bagi yang berusia dibawah 20 tahun harus melampirkan Surat Ijin dari Orang Tua/Wali
  10. Pendaftaran ditutup sewaktu-waktu jika Kuota Peserta sudah terpenuhi;
  11. Kuota Peserta Diklatsar maksimal 50 Peserta
  12. Semua calon Peserta Wajib daftar online dengan mengklik : 

  13. Semua Berkas Pendaftaran dibawa dan disetorkan pada waktu Registrasi Ulang dan Screening Peserta
  14. Screening Calon Peserta Diklatsar dilaksanakan pada tanggal 4 Agustus 2024 (hari Ahad) mulai Pukul 08.00 WIB - 12.00 WIB di Balai Desa Ngembel, Kec. Watulimo - Trenggalek.
---------
Perlengkapan Peserta :
  1. Membawa peralatan sholat dan baju ganti seperlunya;
  2. Membawa celana training & sepatu olah raga warna gelap
  3. Membawa peralatan mandi seperlunya
  4. Membawa obat-obatan Pribadi
---------
Fasilitas Untuk Peserta :
  1. Materi & ilmu yg bermanfaat
  2. Pelatihan KIT (ATK, Blocknote, dll)
  3. Kaos Diklatsar
  4. Sertifikat (bagi yang lulus)
  5. Konsumsi selama pelatihan
  6. Asrama selama pelatihan
  7. Sahabat dan kenalan baru
---------
Informasi Pendaftaran :
Sahabat Murjianto (Kasatkoryon Banser Watulimo)

Sahabat Mustakim (Ketua PR GP. Ansor Ngembel)

Sahabat Agus Salim (Bendahara PAC)

Sahabat Heri Kiswanto (Kasetma Banser)
------------
Formulir Pendaftaran dan Contoh Rekom dapat diunduh di :





Share:

Untuk Memantapkan Sinergi dan Konsolidasi Organisasi, PAC GP Ansor Watulimo adakan Turba Ke Ranting Ngembel

Jum’at (12/07) Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Watulimo melaksanakan Turba dan Konsolidasi Organisasi ke Ranting Ngembel Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek.

Turba tersebut dilakukan untuk membangun konsolidasi dan sinergitas Pimpinan Anak Cabang (PAC) dengan Pimpinan Ranting sekaligus Sosialisasi Program Kerja Organisasi agar dapat diketahui dan dipahami oleh seluruh anggotanya.

Tak kalah penting, pada kegiatan Turba juga dilakukan sosialisasi Pendidikan dan Pelatihan Dasar (DIKLATSAR) Banser dan Denwanser yang rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 2-4 Agustus 2024 di Balai Desa Ngembel Kec. Watulimo Kab. Trenggalek.

Turba PAC tersebut bertempat di Masjid Al-Hidayah Dusun Nunggangan yang merupakan Masjid binaan Ketua Tanfidziyah Nahdlatul Ulama Ranting Ngembel, bapak Kyai Mukarom yang juga sebagai Markas Komando / Sekretariat Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda Ansor Desa Ngembel.

Murdiyanto, Ketua Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Watulimo menuturkan bahwa seluruh ranting se Kecamatan Watulimo akan dilakukan pemantauan secara bertahap. Hal ini dilakukan utuk membangun konsolidasi dan sinergitas Pimpinan Anak Cabang (PAC) dengan Ranting sekaligus Sosialisasi Program Organisasi dan Administrasi.

Selain itu, Pimpinan Anak Cabang (PAC) ingin tahu kondisi riil Pimpinan Ranting (PR), sehingga semua kendala yang terjadi di tingkat ranting, bisa dievaluasi serta dicarikan solusinya.

“Kami di Pimpinan Anak Cabang (PAC) tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Maka dari Itu, Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan Ranting perlu didorong kegiatannya jika tidak ada kendala. Kalau ada kendala, kita cari bersama-sama solusinya,” terang Murdiyanto

Evaluasi program di Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan ranting juga menjadi bahasan dalam Turba. Dengan evaluasi akan diketahui sejauh mana program yang sudah dilakukan Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan ranting. Turba juga menjadi media silaturrahim antar kader, sehingga semua kader mulai tingkat Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan ranting, bisa saling kenal dan menjalin keakraban.

“Ansor harus terus belajar untuk menjadi kader yang militan dan penuh tanggungjawab”, tambahnya

Hadir pada kegiatan turba PAC antara lain Pengurus Harian PAC, Jajaran Satkoryon Banser, Satsus Banser, Pemerintah Desa Ngembel, Pengurus NU Ranting Ngembel, Takmir Masjid dan Mushola se-Desa Ngembel, Pimpinan Ranting GP. Ansor – Banser Desa Ngembel dan segenap Jamaah Masjid Al-Hidayah Desa Ngembel Kec. Watulimo Kab. Trenggalek (MY)

.

#turba2024watulimo #diklatsar2024watulimo #soliditasansortrenggalek #ansortrenggalek #ansortrenggalekonline #bsatrenggalek #bansertrenggalek #ansortrenggalekjaya #madrasahcybertrenggalek #badansiberansortrenggalek #ansor #banser #nahdlatululama #indonesia

Share:

7/10/2024

PAC GP. Ansor Watulimo Gelar Rapat Koordinasi Bersama Pimpinan Ranting Pasca RAKERANCAB II


Sebuah upaya untuk selalu meningkatkan kualitas dan kapasitas dalam pengelolaan organisasi yang baik dan benar, Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Watulimo menggelar Rapat Koordinasi bersama Pimpinan Ranting GP. Ansor se-Kec. Watulimo di Aula MI Plus Gemaharjo II, Desa Gemaharjo Kec. Watulimo Kab. Trenggalek – Rabu, 10 Juli 2024


Agenda dalam RAKOR tersebut adalah; (1). Laporan dan Evaluasi Pelaksanaan E-Akreditasi Organisasi; (2). Sosialisasi Program Kerja Tahun Ke-2 PAC GP. Ansor Watulimo, (3). Pembentukan Panitia Diklatsar Banser, PKD Ansor dan Panitia PHBN HUT RI Tahun 2024
.
Rapat koordinasi tersebut dengan tujuan untuk konsolidasi para pengurus dan evaluasi program kerja organisasi di tahun ke-2 untuk masa Khidmah 2023-2025 saat ini. Selain itu juga sebagai Upaya sosialisasi program kerja yang akan dijalankan selama 1 (satu) tahun kedepan pasca RAKERANCAB II yang dilaksanakan di MI Watuagung Kecamatan Watulimo pada Minggu kemarin.


Hadir pada Rapat Koordinasi tersebut antara lain; Pengurus Harian PAC, Jajaran Satkoryon Banser, Pimpinan Ranting GP. Ansor, Pengurus Satkorkel Banser se-Kecamatan Watulimo dan tidak ketinggalan pula hadir dari Pengurus Ansor Cyber Troops Academy (ACTA) PAC GP. Ansor Watulimo. (MY)
.

#rakoranwalin #rapatkordinasiansor #soliditasansorwatulimo #ansorwatulimo #banserwatulimo #denwanserwatulimo #rijalulansorwatulimo #actawatulimo #ansortrenggalek #bsatrenggalek #bansertrenggalek #ansortrenggalekjaya #madrasahcybertrenggalek #badansiberansortrenggalek #ansor #banser #nahdlatululama #indonesia
Share:

"Jika pertemanan seseorang tidak memberimu manfaat maka jangan mengambil untung dengan memusuhinya". (Imam Syafi'i)

"Jangan jadikan pendapat sebagai sebab perpecahan dan permusuhan. Karena yang demikian itu merupakan kejahatan besar yang bisa meruntuhkan bangunan masyarakat, dan menutup pintu kebaikan di penjuru mana saja". (Hadratus Syekh K.H. Muh. Hasyim Asy'ari)

Terjemahkan

Tari Roddat Islami

Kutipan Kitab Kuning

Amalan Khusus

Launching Website

Sekapur Sirih Launchingnya ANWALIN.OR.ID - Website Baru Ansor Watulimo Online

SAMBUTAN KETUA PAC GP. ANSOR WATULIMO KABUPATEN TRENGGALEK   Assalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh Bismillaahirrahmaanirrahiim Alhamdul...