7/03/2024

Pengantar 3 : Akidah Seorang Mukmin


Kemudian, seorang mukalaf minimal harus meyakini tafsiran dari kata-kata “tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad utusan Allah.” Jika ia membenarkan Rasul saw., maka ia juga harus membenarkan beliau dalam hal sifat-sifat Allah Swt. Dia Zat Yang Maha hidup, Berkuasa, Mengetahui, Berbicara, dan Berkehendak Tak ada sesuatu pun yang serupa dengan-Nya. Dia Maha Mendengar dan Maha Melihat. Namun, ia tak harus meneliti hakikat sifat-sifat Allah tersebut serta tak harus mengetahui apakah kalam dan ilmu Allah bersifat qadim atau baru. Bahkan, tak jadi masalah walaupun hal RI tak pernah terlintas dalam benaknya sampai ia matt da lam keadaan mukmin. Ia tak wajib mempelajari dalil dalil yang dikemukakan oleh para ahli kalam. Selama hatinya meyakini al-Haq, walaupun dengan iman yang tak disertai dalil dan argumen, ia sudah merupakan mukmin. Rasulullah saw. tidak membebani lebih dari itu.

Begitulah keyakinan global yang dimiliki oleh bangsa Arab dan masyarakat awam, kecuali mereka yan berada di negeri-negeri dimana masalah-masalah tentang qadim dan barunya kalam Allah, serta istiwa dan nuzul Allah, ramai diperdebatkan. Jika hatinya tak terlibat dengan hal itu dan hanya sibuk dengan ibadah dan amal salehnya, maka tak ada beban apa pun baginya. Namun, jika ia juga memikirkan hal itu, maka minimal ia harus mengakui keyakinan orang-orang salaf yang mengatakan bahwa Alquran itu qadim, bahwa Alquran adalah kalam Allah, bukan makhluk, bahwa istiwa Allah adalah benar, bahwa menanyakan tentangnya adalah bidah, dan bahwa bagaimana cara istiwa itu tidak diketahui. Ia cukup beriman dengan apa yang dikatakan syariat secara global tanpa mencari-cari hakikat dan caranya. Jika hal itu masih tidak berguna juga, dimana hatinya masih bimbang dan ragu, jika memungkinkan, hendaknya keraguan tersebut dihilangkan dengan penjelasan yang mudah dipahami walaupun tidak kuat dan tidak memuaskan bagi para ahli kalam. Itu sudah cukup dan tak perlu pembuktian dalil. Namun, lebih baik lagi kalau kerisauannya itu bisa dihilangkan dengan dalil yang sebenarnya. Sebab, dalil tidak sempurna kecuali dengan memahami pertanyaan dan jawabannya. Bila sesuatu yang samar itu disebutkan, hatinya akan ingkar dan pemahamannya tak mampu menangkap jawabannya. Sebab, sementara kesamaran tersebut tampak jelas, jawabannya pelik dan membingungkan sehingga sukar dipahami akal. Oleh karena itu, orang-orang salaf tak mau mengkaji dan membahas masalah ilmu kalam. Hal itu mereka lakukan untuk kepentingan masyarakat awam yang lemah.

Adapun orang-orang yang sibuk memahami berbagai hakikat, mereka memiliki telaga yang sangat membingungkan. Tidak membicarakan masalah ilmu kalam kepada orang awam adalah seperti melarang anak kecil mendekati pinggir sungai karena takut tenggelam. Sedangkan orang-orang tertentu diperbolehkan karena mereka mahir dalam berenang. Hanya saja, ini merupakan tempat yang bisa membuat orang lupa diri dan membuat kaki tergelincir, dimana, orang yang akalnya lemah merasa akalnya sempurna. Ia mengira dirinya bisa mengetahui segala sesuatu dan dirinya termasuk orang hebat. Bisa jadi, mereka berenang dan tenggelam dalam lautan tanpa ia sadari. Hanya segelintir orang saja dari mereka yang menempuh jalan para salaf dalam mengimani para rasul serta dalam membenarkan apa yang diturunkan Allah Swt. dan apa yang diberitakan Rasul-Nya dimana mereka tak mencari-cari dalil dan argumen. Melainkan, mereka sibuk dengan ketakwaan.

Demikianlah, ketika Nabi saw. melihat para sahabatnya sibuk berdebat, beliau marah hingga memerah kedua pipi beliau dan berkata, “Apakah kalian diperintahkan untuk ini. Kalian mengumpamakan sebagian isi Kitabullah dengan yang lain. Perhatikan! apa yang Allah perintahkan pada kalian kerjakanlah, sedangkan yang dilarang kalian tinggalkan.” Ini merupakan peringatan terhadap manhaj yang benar.


------
Dikutip dari : Kitab Bidayatul Hidayah
Karya : Imam Al-Ghazali

Oleh : Murdiyanto
Ketua PAC GP. Ansor Watulimo
Masa Khidmah : 2018-2025 (4 Periode)
Share:

Informasi Pelaksanaan Madrasah Kader Digital (MKD)


INFORMASI :
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Sebagai Upaya untuk Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia khususnya dibidang Informasi Teknologi (IT), PAC GP. Ansor Watulimo bermaksud mengadakan Pelatihan #PART_2 dengan Nama MADRASAH KADER DIGITAL.
.
Materi Pelatihan tersebut meliputi:
1. Aplikasi GOOGLE FORM (Awal dan Lanjutan)
2. Program AUTOCRAT (Awal dan Lanjutan)
3. Pembuatan Media Presentasi (Awal dan Lanjutan)
4. Aplikasi CLASSROOM
.
Sehubungan dengan hal tersebut KAMI mengundang Bapak/Ibu/Sahabat (secara personal maupun delegasi) untuk bergabung di Pelatihan #PART_2 yang akan dilaksanakan besuk pada: 
.
Hari, Tanggal : RABU, 10 Juli 2024
Waktu : Pukul 08.00 - 15.00 WIB
Tempat : MI Watuagung – Dsn. Suwur, Desa Watuagung, Kec. Watulimo
.
Keterangan :
  1. Pendaftaran Peserta WAJIB melalui / mengisi Link --- Daftar Onilne
  2. Peserta membawa LAPTOP dan Kabel Oloran (Stop kontak);
  3. Peserta membawa ATK (untuk catatan-catatan kecil)
  4. Untuk keseragaman dalam Pakaian Peserta dimohon memakai Baju Putih dengan bawahan hitam;
  5. Semua peserta WAJIB memiliki Email yang sudah Login / terhubung di Laptopnya masing-masing;
  6. Fasilitas Free-WIFI dan Konsultasi
  7. Kuota PESERTA Pelatihan dibatasi maksimal 20 orang
  8. Pendaftaran ditutup sewaktu-waktu jika Kuota Peserta sudah terpenuhi
.
Demikian Informasi Kami, atas perhatian dan kerjasamanya disampaikan banyak terima kasih.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
.

Watulimo, 03 Juli 2024
Panitia Pelaksana 
TTD
Mustarom (Ketua)
Nurhadi (Sekretaris)


Mengetahui,
PAC GP. Ansor Watulimo
Ketua
TTD
Murdiyanto
Share:

7/01/2024

Untuk Evaluasi Organisasi PAC GP. Ansor Watulimo Gelar Rakerancab II


Watuagung
- Senin (01/07) – PAC GP. Ansor Watulimo menyelenggarakan Rapat Kerja Anak Cabang Ke-2 yang dilaksanakan di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Watuagung Kec. Watulimo Kab. Trenggalek.
.
Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam upaya untuk: (1). merencanakan dan mengevaluasi Program Kerja tahunan kepengurusan Pimpinan Anak Cabang sesuai hasil Keputusan Konferensi Anak Cabang; (2). menyampaikan keputusan, instruksi, dan kebijakan organisasi yang ditetapkan Pimpinan Pusat, Pimpinan Wilayah, Pimpinan Cabang atau Pimpinan Anak Cabang; (3). membahas dan memberikan masukan atas laporan kegiatan dari Pimpinan Ranting; (4). mengkaji perkembangan organisasi dan peranannya di tengah masyarakat; dan (5). membahas hal-hal lain yang dipandang perlu. (Sesuai Peraturan Rumah Tangga GP. Ansor BAB XV Pasal 63).
.
Pada Rapat Kerja Anak Cabang ke-2 PAC GP Ansor Watulimo dihadiri oleh segenap Jajaran Pengurus PAC, Satkoryon Banser, MDS Rijalul Ansor, Cyber IT dan delegasi dari seluruh Pimpinan Ranting GP. Ansor se-Kecamatan Watulimo yang masing-masing Ranting mengirimkan 4 orang peserta / delegasinya.
.

Rapat Anggota dilaksanakan mulai pukul 19.30 WIB dan berakhir pukul 23.30 WIB dengan Susunan Acara / Rundown meliputi; (1). Pembukaan; (2). Menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, Mars Syubbanul Wathon, Mars GP. Ansor; (3). Prakata Panitia; (4). Sambutan Ketua PAC sekaligus membuka RAKERANCAB II; (5). Pembacaan Doa; kemudian dilanjutkan dengan Sidang Komisi yang meliputi; (1). Sidang Komisi Bidang Organisasi, Akreditasi dan Cyber IT; (2). Sidang Komisi Bidang Kebanseran dan Kaderisasi; (3). Sidang Komisi Bidang MDS Rijalul Ansor dan Perekonomian.
.
Pada saat pembukaan Raker Ketua PAC GP. Ansor Watulimo sahabat Murdiyanto memaparkan banyak hal terkait dengan Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga GP. Ansor (terbaru), pendataan Anggota melalui Aplikasi SIApps, Evaluasi pelaksanaan e-Akreditasi Tingkat Ranting dan evaluasi terkait dengan Kaderisasi yang telah dijalankan diwilayah komando/instruksional Anak Cabang Watulimo.
.

Alhamdulillah pelaksanaan RAKERANCAB II tersebut berjalan dengan lancar, aman, tertib dan sukses serta dapat merumuskan garis-garis besar Program Kerja tahun ke-2 untuk Periodesasi kepengurusan 2023-2025, dengan harapan semoga dengan rumusan-rumusan Program Kerja tersebut bisa membawa dampak yang lebih bermanfaat untuk anggota, pengurus dan umat secara keseluruhan. Aamiin (MY).
Share:

6/29/2024

Pengantar 2 : Menasihati Diri


Berbicara tentang nasihat, aku melihat diriku tak pantas untuk memberikannya. Sebab, nasihat seperti zakat. Nisab-nya adalah mengambil nasihat atau pelajaran untuk diri sendiri. Siapa yang tak sampai pada nisab, bagaimana ia akan mengeluarkan zakat? Orang yang tak memiliki cahaya tak mungkin dijadikan alat penerang oleh yang lain. Bagaimana bayangan akan lurus bila kayunya bengkok? Allah Swt. mewahyukan kepada Isa bin Maryam, “Nasihatilah dirimu! Jika engkau telah mengambil nasihat, maka nasihatilah orang-orang. Jika tidak, malulah kepada-Ku.” Nabi kita saw bersabda, “Aku tinggalkan untuk kalian dua pemberi nasihat: yang berbicara dan yang diam.”

Pemberi nasihat yang berbicara adalah Alquran, sedangkan yang diam adalah kematian. Keduanya sudah cukup bagi mereka yang mau mengambil nasihat. Siapa yang tak mau mengambil nasihat dan keduanya, bagaimana ia akan menasihati orang lain? Aku telah menasihati diriku dengan keduanya. Lalu aku pun membenarkan dan menerimanya dengan ucapan dan akal, tapi tidak dalam kenyataan dan perbuatan. Aku berkata pada diri ini, “Apakah engkau percaya bahwa Alquran merupakan pemberi nasihat yang berbicara dan juru nasihat yang benar, serta merupakan kalam Allah yang diturunkan tanpa ada kebatilan, baik dari depan maupun dari belakangnya?” Ia menjawab, “Benar.” Allah Swt. berfirman, “Siapa yang menginginkan kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepadanya balasan amal perbuatan mereka di dunia dan mereka di dunia ini tak akan dirugikan. Mereka itulah yang tidak akan memperoleh apa-apa di akhirat kecuali neraka. Dan gugurlah semua amal perbuatan mereka serta batallah apa yang mereka kerjakan” (Q.S. Hud: 15-16).

Allah Swt. menjanjikan neraka bagimu karena engkau menginginkan dunia. Segala sesuatu yang tak menyertaimu setelah mati, adalah termasuk dunia. Apakah engkau telah membersihkan diri dan keinginan dan cinta pada dunia? Seandainya ada seorang dokter Nasrani yang memastikan bahwa engkau akan mati atau sakit jika memenuhi nafsu syahwat yang paling menggiurkan, niscaya engkau akan takut dan menghindarinya. Apakah dokter Nasrani itu lebih engkau percayai ketimbang Allah Swt.? Jika itu terjadi, betapa kufurnya engkau! Atau apakah menurutmu penyakit itu lebih hebat dibandingkan neraka? Jika demikian, betapa bodohnya engkau ini! Engkau membenarkan tapi tak mau mengambil pelajaran. Bahkan engkau terus saja condong kepada dunia. Lalu aku datangi diriku dan kuberikan padanya juru nasihat yang diam (kematian). Kukatakan, “Pemberi nasihat yang berbicara (Alquran) telah memberitahukan tentang pemberi nasihat yang diam (kematian), yakni ketika Allah berfirman, ‘Sesungguhnya kematian yang kalian hindari akan menjumpai kalian. Kemudian kalian akan dikembalikan kepada alam gaib. Lalu Dia akan memberitahukan kepada kalian tentang apa yang telah kalian kerjakan’ (Q.S. al-Jumuah: 8).” Kukatakan padanya, “Engkau telah condong pada dunia. Tidakkah engkau percaya bahwa kematian pasti akan mendatangimu? Kematian tersebut akan memutuskan semua yang kau punyai dan akan merampas semua yang kau senangi. Setiap sesuatu yang akan datang adalah sangat dekat, sedangkan yang jauh adalah yang tidak pernah datang. Allah Swt. berfirman, ‘Bagaimana pendapatmu jika Kami berikan kenikmatan pada mereka selama beberapa tahun? Kemudian datang pada mereka siksa yang telah dijanjikan untuk mereka? Tidak berguna bagi mereka apa yang telah mereka nikmati itu.’ (Q.S. asySyuara: 205-206).”

Jiwa yang merdeka dan bijaksana akan keluar dari dunia sebelum ia dikeluarkan darinya. Sementara jiwa yang lawwamah (sering mencela) akan terus memegang dunia sampai ia keluar dari dunia dalam keadaan rugi, menyesal, dan sedih. Lantas ia berkata, “Engkau benar.” Itu hanya ucapan belaka tapi tidak diwujudkan. Karena, ia tak mau berusaha sama sekali dalam membekali diri untuk akhirat sebagaimana ia merancang dunianya. Ia juga tak mau berusaha mencari rida Allah Swt. sebagaimana ia mencari rida dunia. Bahkan, tidak sebagaimana ia mencari rida manusia. Ia tak pernah malu kepada Allah sebagaimana ia malu kepada seorang manusia. Ia tak mengumpulkan persiapan untuk negeri akhirat sebagaimana ia menyiapkan segala sesuatu untuk menghadapi musim kemarau. Ia begitu gelisah ketika berada di awal musim dingin manakala belum selesai mengumpulkan perlengkapan yang ia butuhkan untuknya, padahal kematian barangkali akan menjemputnya sebelum musim dingin itu tiba. Kukatakan padanya, “Bukankah engkau bersiap-siap menghadapi musim kemarau sesuai dengan lama waktunya lalu engkau membuat perlengkapan musim kemarau sesuai dengan kadar ketahanan-mu menghadapi panas?” Ia menjawab: “Benar.” “Kalau begitu”, kataku, “Bermaksiatlah kepada Allah sesuai dengan kadar ketahananmu menghadapi neraka dan bersiap-siaplah untuk akhirat sesuai dengan kadar lamamu tinggal di sana.” Ia menjawab, “Ini merupakan kewajiban yang tak mungkin diabaikan kecuali oleh seorang yang dungu.” Ia terus dengan tabiatnya itu. Aku seperti yang disebutkan oleh para ahli hikmat, “Ada segolongan manusia yang separuh dirinya telah mati dan separuhnya lagi tak tercegah.”

Aku termasuk di antara mereka. Ketika aku melihat diriku keras kepala dengan perbuatan yang melampaui batas tanpa mau mengambil manfaat dari nasihat kematian dan Alquran, maka yang paling utama harus dilakukan adalah mencari sebabnya disertai pengakuan yang tulus. Hal itu merupakan sesuatu yang menakjubkan. Aku terus-menerus mencari hingga aku menemukan sebabnya. Ternyata aku terlalu tenang. Oleh karena itu berhati-hatilah darinya. Itulah penyakit kronis dan sebab utama yang membuat manusia tertipu dan lupa.Yaitu, keyakinan bahwa maut masih lama. Seandainya ada orang jujur yang memberikan kabar pada seseorang di siang hari bahwa ia akan mati pada malam nanti atau ia akan mati seminggu atau sebulan lagi, niscaya ia akan istikamah berada di jalan yang lurus dan pastilah ia meninggalkan segala sesuatu yang ia anggap akan menipunya dan tidak mengarah pada Allah SWT.

Jelaslah bahwa siapa yang memasuki waktu pagi sedang ia berharap bisa mendapati waktu sore, atau sebaliknya siapa yang berada di waktu sore lalu berharap bisa mendapati waktu pagi, maka sebenarnya ia lemah dan menunda-nunda amalnya. Ia hanya bisa berjalan dengan tidak berdaya. Karena itu, aku nasihati orang itu dan diriku juga dengan nasihat yang diberikan Rasullah saw ketika beliau bersabda,”Salatlah seperti salatnya orang yang akan berpisah (dengan dunia).” Beliau telah diberi kemampuan berbicara dengan ucapan yang singkat, padat, dan tegas. Itulah nasihat yang berguna.

Siapa yang menyadari dalam setiap salatnya bahwa salat yang ia kerjakan merupakan salat terakhir, maka hatinya akan khusyuk dan dengan mudah ia bisa mempersiapkan diri sesudahnya. Tapi, siapa yang tak bisa melakukan hal itu, ia senantiasa akan lalai, tertipu, dan selalu menunda-nunda hingga kematian tiba. Hingga, pada akhirnya ia menyesal karena waktu telah tiada.

Aku harap ia memohonkan kepada Allah agar aku diberi kedudukan tersebut karena aku ingin meraihnyg tapi tak mampu. Aku juga mewasiatkan padanya agar hanya rida dengannya dan berhati-hati terhadap berbagai tipuan yang ada. Tipuan jiwa hanya bisa diketahui oleh mereka yang cendekia.

------
Dikutip dari : Kitab Bidayatul Hidayah
Karya : Imam Al-Ghazali

Oleh : Murdiyanto
Ketua PAC GP. Ansor Watulimo
Masa Khidmah : 2018-2025 (4 Periode)
Share:

6/27/2024

Materi Pelatihan Administrasi dan Digitalisasi Tahap 1


Materi Pelatihan Tahap 1, meliputi :
  1. Administrasi / Persuratan
  2. Tabelisasi Mailing (Word / Excell)
  3. Pemanfaatan MAILING / MAIL MERGE
  4. Pengenalan dan Pemanfaatan GOOGLE FORM
  5. Pemanfaatan URL SHORTENER
  6. Program / Aplikasi AUTOCRAT
  7. Pemanfaatan G-Drive sebagai Pusat DATABASE
  8. Pembuatan Materi Presentasi (Diklat / Pembelajaran) Secara Cepat, dan
  9. Pemanfaatan Media Sosial secara Produktif

Materi Selengkapnya : 


Share:

6/26/2024

Tingkatkan Kualitas SDM, PAC GP. Ansor Watulimo adakan Pelatihan Administrasi dan Digitalisasi


Gemaharjo
- Rabu (26/06) Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Watulimo menggelar Pelatihan dengan nama Madrasah Administrasi dan Digitalisasi. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula MI Plus Gemaharjo II Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek
.
Pelatihan tersebut mengambil tema "Digital Literacy for Improving Human Resources" yang diikuti oleh delegasi dari Pimpinan Ranting GP. Ansor se-Kec. Watulimo, PAC IPNU Watulimo, Para Guru Ma'arif NU dan delegasi dari PAC GP. Ansor luar Kec. Watulimo
.
Pelatihan MAD dibuka oleh sahabat Mustarom (Wakil Ketua PAC GP. Ansor Bidang Akreditasi dan Organisasi) dengan didampingi oleh sahabat Murjianto (Kasatkoryon Banser), sahabat Agus Salim (Bendahara PAC) dan Tim Cyber Media Anwalin PAC GP. Ansor Watulimo
.

Sebagai Pemateri Pelatihan adalah sahabat Murdiyanto yang merupakan Kepala Badan Siber Ansor Kabupaten Trenggalek sekaligus Ketua PAC GP. Ansor Watulimo saat ini. Pada Pelatihan – Madrasah Administrasi dan Digitalisasi (ini) akan diuraikan beberapa pokok bahasan yang meliputi :

1). Administrasi / Persuratan
2). Tabelisasi Mailing (Word / Excell)
3). Pemanfaatan MAILING / MAIL MERGE
4). Pengenalan dan Pemanfaatan GOOGLE FORM
5). Pemanfaatan URL SHORTENER
6). Program / Aplikasi AUTOCRAT
7). Pemanfaatan G-Drive sebagai Pusat DATABASE
8). Pembuatan Materi Presentasi (Diklat / Pembelajaran) Secara Cepat, dan
9). Pemanfaatan Media Sosial secara Produktif
.

Semoga dengan adanya Pelatihan tersebut dapat membantu dan meningkatkan profesionalisme para Pengurus Organisasi, Kader/Anggota, Para Pendidik dan Tenaga Kependidikan (yang terlibat dipelatihan) dalam memenuhi kebutuhan dan menjalankan TUPOKSI-nya sehingga diperoleh hasil sesuai harapan bersama, bermanfaat dan membawa keberkahan untuk pribadi, sesama dan semuanya. Aamiin (MY)
Share:

Kontak Kami


Myanto.ID-Online
Adalah sebuah Blog yang dikembangkan oleh Sahabat Murdiyanto (Kepala Badan Siber Ansor Trenggalek / Ketua PAC GP. Ansor Watulimo), dipersembahkan kepada seluruh Pecinta dan Pembelajar yang Siap untuk saling berbagi kemanfaatan. 

Adapun Kontak Person / Medsos daripada Pengembang adalah :


          

--------
Semoga bermanfaat untuk Kita semuanya! Aamiin

Share:

"Jika pertemanan seseorang tidak memberimu manfaat maka jangan mengambil untung dengan memusuhinya". (Imam Syafi'i)

"Jangan jadikan pendapat sebagai sebab perpecahan dan permusuhan. Karena yang demikian itu merupakan kejahatan besar yang bisa meruntuhkan bangunan masyarakat, dan menutup pintu kebaikan di penjuru mana saja". (Hadratus Syekh K.H. Muh. Hasyim Asy'ari)

Terjemahkan

Tari Roddat Islami

Kutipan Kitab Kuning

Amalan Khusus

Launching Website

Sekapur Sirih Launchingnya ANWALIN.OR.ID - Website Baru Ansor Watulimo Online

SAMBUTAN KETUA PAC GP. ANSOR WATULIMO KABUPATEN TRENGGALEK   Assalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh Bismillaahirrahmaanirrahiim Alhamdul...